Rp16 M Dikerahkan Australia untuk Atasi Difteri Pengungsi Rohingya

Fajar Nugraha    •    Kamis, 18 Jan 2018 20:32 WIB
australiarohingyapengungsi rohingya
Rp16 M Dikerahkan Australia untuk Atasi Difteri Pengungsi Rohingya
Pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh terancam difteri (Foto: AFP).

Rakhine: Pemerintah Australia memberikan dukungan lebih lanjut untuk memerangi wabah difteri yang sangat mematikan dan mengancam pengungsi Rohingya di Bangladesh, yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar.
 
Terdapat lebih dari 2.500 kasus dugaan difteri, termasuk diantaranya 1.900 anak-anak, di kamp penampungan pengungsi Rohingya. 
 
Sedikitnya 30 orang telah meninggal karena penyakit ini, yang mengakibatkan pembengkakan tenggorokan ekstrem sehingga menyulitkan bernafas dan menelan.
 
"Pemerintah Australia menyediakan 1,5 juta dolar Australia atau sekitar Rp16 miliar melalui Organisasi Internasional untuk Migrasi guna memasok obat-obatan penting, membantu proses karantina bagi pengungsi yang sakit, melatih staf medis setempat, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi tingkat infeksi," sebut Menlu Julie Bishop, dalam keterangan tertulis Kedubes Australia, yang diterima Medcom.id, Kamis 18 Januari 2018.
 
"Hal ini merupakan tindak lanjut dari pengerahan Tim Medis Australia ke Bangladesh pada bulan Desember yang bertugas melihat situasi, sebagai tanggapan atas permintaan bantuan internasional yang mendesak oleh Organisasi Kesehatan Dunia," imbuhnya.
 
Dukungan ini menjadikan bantuan Australia untuk pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar sebesar 31,5 juta dolar Australia sejak September 2017. Diperkirakan sebanyak 655.000 orang, kebanyakan merupakan perempuan dan anak-anak, telah melintasi perbatasan ke Bangladesh sejak Agustus 2017, dan menggantungkan kelangsungan hidup mereka pada bantuan kemanusiaan.
 
Bantuan Australia mendukung penyediaan makanan dan gizi penting, air bersih, sanitasi, tempat tinggal, perawatan kesehatan, konseling trauma dan pelayanan-pelayanan untuk perempuan dan anak perempuan yang rentan.



(FJR)