Tunisia-Indonesia Sukseskan Kerja Sama BDF Chapter Tunis

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 07 Dec 2017 18:12 WIB
bdf
Tunisia-Indonesia Sukseskan Kerja Sama BDF Chapter Tunis
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menuturkan kerja sama BDF Chapter Tunis harus berhasil (Foto: Marcheilla Ariesta)

Tangerang: Bali Democracy Forum ke-10 tahun ini memiliki satu bahasan khusus, yaitu Chapter Tunisia. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menuturkan bahwa kerja sama ini harus berhasil.
 
"Tunisia merupakan mitra strategis dan isu demokrasi adalah yang terus kita bahas. Tahun ini, ada BDF Chapter Tunisia," ujar Menlu Retno, dalam pernyataan pers bersama dengan Menlu Tunisia Khemaies Jhinaoui, di sela BDF X di Tangerang, Banten, Kamis, 7 Desember 2017.
 
"Jika kerja sama ini sukses, maka akan menunjukkan apa yang disampaikan Menteri Luar Negeri Tunisia, bahwa Islam dan demokrasi tidak berlawanan satu sama lain," imbuhnya.
 
Akhir Oktober lalu, Menlu Retno melakukan kunjungan bilateral ke Tunisia. Dalam pertemuan dengan Menlu Tunisia, Retno membahas masalah draft nota kesepahaman (MoU) mengenai turisme dan kontra terorisme.
 
"Kami akan melanjutkan kerja sama dan ide kami dalam berdemokrasi," tutup Menlu Tunisia.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Tunisia juga menyampaikan undangan untuk Presiden Joko Widodo agar mengunjungi negaranya untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.
 
BDF tahun ini dihadiri oleh Presiden Nauru, Baron Waqa. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla resmi membuka gelaran BDF ke-10 ini dengan pidatonya soal demokrasi yang harus ada di setiap negara.
 
Yang spesial di satu dekade BDF ini, akan ada panel konferensi untuk para pelajar dari berbagai negara yang diundang. 
 
BDF adalah sebuah sarana bagi negara-negara Asia Pasifik untuk saling berbagi pengalaman demokrasi guna menciptakan masyarakat yang lebih demokratis.



(FJR)