Wamenlu RI: Pemuda Diharapkan Buka Jalan Menuju Perdamaian Dunia

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 30 Oct 2017 13:38 WIB
asean
Wamenlu RI: Pemuda Diharapkan Buka Jalan Menuju Perdamaian Dunia
Wamenlu RI AM Fachir dalam pidato pembukaan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 di Jombang, Jawa Timur. (Foto: Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, Jombang: Persatuan harus diupayakan untuk perdamaian dan stabilitas dunia. Pernyataan tersebut diucapkan Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir dalam pidato pembukaan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 di Jombang, Jawa Timur.

Di hadapan 150 pemuda yang berasal dari 21 negara, Fachir menyatakan pemuda harus membuka jalan untuk mencapai persatuan dunia tersebut.

"Pemuda yang akan membuka jalan, menentukan perdamaian dan stabilitas kawasan dan menuntun rakyat ASEAN menuju kemakmuran. Keberagaman itu suatu keniscayaan, namun persatuan harus diupayakan," seru Fachir, seperti dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Metrotvnews.com, Senin 30 Oktober 2017.

Pembukaan AYIC bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu. Di Indonesia, Sumpah Pemuda memainkan peranan penting bagi bangsa, pasalnya Sumpah Pemuda merupakan momentum para pejuang muda Indonesia bersatu dalam sebuah ikrar yang sakral.

Sumpah Pemuda juga menjadi bibit Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan Indonesia. Konsep Bhinneka Tunggal Ika sesungguhnya telah diperkenalkan oleh Mpu Tantular dalam karyanya berjudul Kitab Sutasoma.

Dalam konteks politik luar negeri Republik Indonesia, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dikenal sebagai Unity in Diversity. Masyarakat internasional mengapresiasi dan mengakui Indonesia sebagai salah satu negara yang sukses menciptakan persatuan di tengah keanekaragaman.

Bahkan, tak sedikit negara sahabat yang ingin belajar dari Indonesia. Apalagi, Indonesia dipandang sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia.

Program AYIC 2017 berlangsung pada 28-30 Oktober 2017. Tujuan program ini adalah mencegah intoleransi dan radikalisme, menyediakan akses informasi terkait perbedaan praktik agama dan toleransi di ASEAN kepada para pemuda dan mengenalkan toleransi dalam keberagaman di Indonesia.



(WIL)