Siti Aisyah Sempat Bertemu Seseorang Sebelum Kim Jong-nam Diserang

Sonya Michaella    •    Rabu, 11 Oct 2017 17:59 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Siti Aisyah Sempat Bertemu Seseorang Sebelum Kim Jong-nam Diserang
Siti Aisyah di persidangan. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Penyidik kasus kematian Kim Jong-nam, kakak tiri dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, mengatakan bahwa tersangka pembunuh Jong-nam, yakni Siti Aisyah sempat bertemu dengan seorang pria, satu jam sebelum penyerangan terhadap Jong-nam terjadi.

"Ini semua terlihat dari CCTV yang diputar di pengadilan hari ini. Siti Aisyah bertemu dengan seorang pria tak dikenal di sebuah restoran di Kuala Lumpur International Airport, kurang dari satu jam sebelum penyerangan Jong-nam terjadi," kata penyidik Wan Azirul Nizam.

Dikutip dari Strait Times, Rabu 11 Oktober 2017, dalam rekaman CCTV itu, Siti Aisyah terlihat sedang mengobrol dengan pria yang mengenakan topi hitam dan kacamata di restoran Bibik Heritage sekitar pukul 08.14 pagi, waktu setempat.

"Pria itu memberikan kupon taksi kepada Siti Aisyah. Setelah itu, Siti Aisyah tertangkap kamera bergegas naik ke taksi dengan panik," lanjut dia.

Menurut laporan post-mortem yang diajukan ke pengadilan, ada bercak racun VX yang ditemukan di mata Jong-nam, air kencing dan darah, serta kemeja dan tasnya.

Bukti lain menunjukkan, bercak racun VX juga ada di kaus yang dikenakan Siti Aisyah serta Doan Thi Huong, satu tersangka lainnya yang berasal dari Vietnam.

Wan Azirul Nizam juga mengatakan bahwa Doan tampak panik saat menuju ke toilet, pada jam di mana Jong-nam ditemukan tak sadarkan diri. Di rekaman CCTV, terlihat bahwa Doan berlari ke toilet dengan panik sambil mengangkat tangannya seolah usai memegang sesuatu yang kotor.

Namun, Doan dan Siti menyangkal semua dugaan dari penyidik yang berdasarkan rekaman CCTV tersebut.

Hingga sebulan ke depan, sidang akan dilakukan berturut-turut dan setiap harinya akan ada saksi dari pihak jaksa penuntut umum yang akan memberikan kesaksian dan memaparkan bukti yang mereka punya untuk memberatkan kedua tersangka.

Bila terbukti bersalah, keduanya bisa terancam hukuman mati di Malaysia.





(FJR)