Duterte Janji Tersangka Narkoba Asal Rusia Dibui di Rumah yang Nyaman

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 14 Nov 2017 13:23 WIB
filipina
Duterte Janji Tersangka Narkoba Asal Rusia Dibui di Rumah yang Nyaman
Presiden Filipina Rodrigo Duterte di forum KTT ASEAN (Foto: AFP).

Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuat komitmen dengan Rusia untuk menahan para tersangka narkoba asal Negeri Beruang Merah tersebut dalam sebuah rumah yang nyaman, bukan dalam penjara.

Komitmen ini dilakukan Duterte saat bertemu dengan Perdana Menteri Rusia Dmitri Medvedev di sela pertemuan puncak KTT ASEAN di Manila, Filipina.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa kita memiliki sistem peradilan fungsional yang berfungsi di sini, dan mereka akan mendapatkan pengadilan yang adil, dan mereka akan ditahan di rumah yang nyaman," ujar Duterte pada Medvevdev, seperti dilansir dari laman AFP, Selasa, 14 November 2017.

Menurut dia, benar tidaknya tuduhan pada dua warga Rusia tersebut akan dibuktikan dari pengadilan. Namun, dia berharap tidak ada tekanan tambahan yang dilakukan orang lain selama mereka menjalani hukuman.

"Apakah tuduhan itu benar atau tidak, kita akan tahu nanti. Tetapi saya akan memastikan bahwa mereka diperlakukan dengan adil dan tanpa tekanan tambahan," imbuhnya.

Yuri Kirdyushkin dan Anastasia Novopashina tengah diselidiki karena kasus penyelundupan narkoba. Namun, keduanya belum dihukum.

Duterte sendiri selama 16 bulan menjabat terkenal galak dengan narkoba. Dia menerapkan kebijakan perang narkoban di negaranya.

Kebijakan Duterte tersebut, menurut polisi telah membunuh 3.967 tersangka. Sementara itu, 2.290 orang lainnya tewas misterius, diduga karena perang narkoba tersebut.

Kelompok hak asasi manusia dan kritikus domestik mengatakan bahwa tindakan keras yang dilakukan Duterte bisa menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan. Mereka memperingatkan bahwa polisi dan pembunuh bayaran telah melakukan pembunuhan massal.


(FJR)