Menlu RI Komunikasi dengan Berbagai Pihak Bahas Krisis Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 09 Sep 2017 21:10 WIB
pengungsi rohingya
Menlu RI Komunikasi dengan Berbagai Pihak Bahas Krisis Rakhine
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (Foto:MTVN/Fajar Nugraha)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak membahas krisis kemanusiaan di Rakhine. Beberapa pihak yang dihubungi adalah para menteri luar negeri negara anggota ASEAN.

Selain itu, Menlu Retno juga melakukan pembicaraan per telepon dengan Presiden Palang Merah Internasional, Peter Maurer.

"Hari ini pembicaraan per telepon dilakukan dengan Presiden Palang Merah Internasional, Peter Maurer dan dengan Ketua ASEAN, Menlu Filipina Alan Peter Cayetano," ujar Menlu Retno kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Sabtu 9 September 2017.

"Selain itu komunikasi juga dilakukan dengan Menlu Singapura," imbuhnya.

Indonesia, dalam pertemuan antara Menlu Retno dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, meminta agar pemerintah Myanmar melibatkan Indonesia dan ASEAN untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat di Rakhine.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno juga menyampaikan usulan Indonesia dalam formula 4+1. Usulan Indonesia itu adalah perdamaian dan keamanan, menahan diri, perlindungan tanpa memandang etnis dan agama, serta bantuan kemanusiaan.

Indonesia juga meminta pemerintah Myanmar mengimplementasi rekomendasi yang diberikan Kofi Annan. Hal ini disambut baik oleh Suu Kyi, dia berjanji akan membentuk komisi khusus untuk mengimplementasikan rekomendasi Kofi Annan tersebut.

Dengan pendekatan inklusif yang dilakukan Indonesia ini, pemerintah Myanmar menawarkan bantuan kepada masyarakat Rakhine yang berada di tengah gempuran militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) dengan militer Myanmar. Bantuan yang akan diberikan berupa kemah pengungsian berjumlah tiga buah yang tersebar di wilayah Maungdaw, makanan dan obat-obatan.

Sementara itu, untuk persiapan pengiriman bantuan ke Bangladesh juga sudah dimatangkan. "Komunikasi terus kita lakukan dengan Dhaka," tutur Menlu Retno.

Sebagai negara terdekat, Bangladesh merupakan tempat berlindung para warga etnis Rohingya yang kabur dari kekerasan di negaranya. Dari data yang dimiliki Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah hampir 290 ribu orang kabur ke Bangladesh.

Banyak di antara mereka yang tinggal berdesakan di kemah pengungsian, namun tak sedikit juga yang hidup tak menentu karena kehabisan tempat berlindung.


(WAH)