Partai Oposisi Jepang Tunjuk Perempuan Sebagai Pemimpin

Fajar Nugraha    •    Kamis, 15 Sep 2016 15:52 WIB
politik jepang
Partai Oposisi Jepang Tunjuk Perempuan Sebagai Pemimpin
Renho, pemimpin partai perempuan pertama sejak 1990 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Tokyo: Partai oposisi Jepang mendobrak tradisi dengan menunjuk seorang perempuan sebagai ketua partai. Partai Demokratik biasa disebut DP, memilih Renho sebagai pemimpinnya.
 
Tidak hanya itu, Renho juga tidak sepenuhnya Jepang. Dia masih memiliki darah Taiwan dari ayahnya.
 
Renho merupakan ketua partai perempuan pertama yang berhasil memimpin sebuah partai sejak 1990. Ibu dua anak kembar ini, mengalahkan calon ketua partai lainnya termasuk mantan Menlu Seiji Maehara dan mantan Menteri Keamanan Yuichiro Tamaki.
 
Menempatkan seorang perempuan di kursi pimpinan dan memiliki darah asing, seperti menjadi pembeda dengan partai berkuasa di Jepang saat ini Liberal Demokrat (LDP) yang dipimpin oleh PM Shinzo Abe. LDP tidak pernah memiliki ketua partai perempuan.
 
Tetapi tantangan perempuan berusia 48 tahun itu sangat besar. Partai DP sebelumnya gagal untuk memberikan alternatif pada pemilu majelis tinggi Juli lalu dan kalah dalam peraihan kursi.
 
Sebelum pemilihan ketua partai, Renho mengatakan niatannya dengan penuh keyakinan. "Saya mencalonkan diri sebagai ketua partai perempuan pertama," ujar Renho kepada wartawan di Jurnalis, pekan ini, seperti dikutip The Straits Times, Kamis (15/9/2016).
 
"Ini bisa membuka peluang baru untuk para perempuan," lanjutnya.


Renho terpilih sebagai Ketua Partai Demokratik (Foto: Reuters)
 
Kewarganegaraan dipertanyakan
 
Meskipun melalui survei popularitas Renho meningkat di antara ketiga kandidat. Ada masalah mengenai status kewarganegaraan mantan presenter televisi itu.
 
Lahir di Tokyo dari seorang ayah berkebangsaan Taiwan dan ibu warga Jepang, menimbulkan pertanyaan besar. Namun dalam kampanye Renho menegaskan bahwa dia sudah memilih sebagai warga negara Jepang sejak remaja.
 
Namun pekan ini diketahui bahwa kewarganegaraan Renho masih tetap valid. Dua kewarganegaraan di Jepang tidak diizinkan dan dirinya menyatakan permintaan atas kesalahan yang dilakukan.
 
Kecurigaan tetap mengarah kepada Renho
 
Meskipun sudah menegaskan bahwa dirinya warga Jepang, tetap kecurigaan mengarah padanya. Ini tidak lain berkaitan dengan Taiwan itu sendiri.
 
"Meskipun Taiwan bersahabat dengan Jepang, ada beberapa konflik terkait dengan Jepang. Isunya antara lain klaim kepemilikan Pulau Senkaku," sebut suratkabar ternama Jepang, Yomiuri.
 
"Jika Renho tetap mempertahankan kewarganegaraan Jepang, dia bisa menjadi target kecurigaan terkait hubungannya dengan Taiwan," imbuh Yomiuri.
 
Namun dari poling Yomiuri menunjukkan bahwa Renho mendapatkan dukungan 47 persen untuk memimpin Partai Demokratik. Dibandingkan lawannya Maehara yang mendapatkan 31 persen dan 5 persen untuk Tamaki yang tidak terkenal.

(FJR)