Dukung Diplomasi Ekonomi RI, Pengusaha Timteng Digaet untuk Investasi

Fajar Nugraha    •    Rabu, 21 Sep 2016 15:57 WIB
indonesia-yordania
Dukung Diplomasi Ekonomi RI, Pengusaha Timteng Digaet untuk Investasi
Dubes RI untuk Yordania Teguh Wardoyo (Foto: KBRI Yordania)

Metrotvnews.com, Amman: Ketika ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri oleh Presiden Joko Widodo, pada 2014 lalu, Retno Marsudi menegaskan akan memprioritaskan diplomasi ekonomi.
 
Hal ini ditekankan pula oleh Menlu Retno Marsudi kepada perwakilan-perwakilan Indonesia di seluruh. Tak pelak hal tersebut yang coba diimplementasikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman, Yordania dalam gelaran business dinner oleh KBRI pada Senin 19 September malam waktu setempat.
 
Deputi Perdana Menteri bidang Ekonomi yang juga merangkap sebagai Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Suplai Yordania Jawad Al Anani mengajak seluruh pihak yang hadir untuk berdagang serta berinvestasi di Indonesia. Acara itu bukan sembarangan acara, karena dihadiri sekitar 90 pengusaha Yordania, Palestina dan Irak. Termasuk juga Konsul Kehormatan Indonesia untuk Palestina, Maha Abou Shushes.
 
Jawad sangat memahami potensi bisnis yang terbuka luas di Indonesia. "Mari berdagang dan berinvestasi di Indonesia yang luar biasa," ucap Jawad, dalam keterangan tertulis KBRI Amman, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (21/9/2016).


Makan malam pengusaha Timur Tengah dan KBRI Amman (Foto: Dok.KBRI Yordania)

 
Seperti diketahui, Jawad baru saja kembali dari kunjungan ke Indonesia pada 2 Agustus 2016 dan sempat melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Jokowi. Selain itu dirinya juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, dan mitra kerjanya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
 
Hal inilah yang membuat Jawad yakin bahwa peluang-peluang tersebut dapat diambil dan dimanfaatkan oleh pebisnis dari Yordania, Palestina, dan Irak. 
 
"Indonesia sangat kaya dengan berbagai sumber daya alam dan mineral sehingga peluang investasi juga terbuka lebar. Dengan berinvestasi di Indonesia, maka keuntungan ekonomi yang didapat oleh investor sangat besar," tutur Jawad. 
Untuk itu, Deputi PM Yordania tersebut mendorong para pelaku bisnis yang hadir untuk mengembangkan bisnisnya dan berinvestasi di Indonesia. Termasuk pada sektor pariwisata, yang mempunyai potensi sangat besar. 
 
Peningkatan potensi bisa diraih dengan dukungan penerbangan Royal Jordanian tiga kali seminggu ke Indonesia yang dapat ditingkatkan pada masa mendatang. Selain itu, para pebisnis yang hadir juga didorong untuk melakukan kerja sama dengan kalangan bisnis Indonesia dan membuka perusahaan-perusahaan Indonesia di Yordania, sehingga pihak Indonesia dapat juga menanamkan modalnya di Yordania. 
 
Deputi PM yang juga merangkap Menteri Perdagangan dan industri Yordania bersemangat mempromosikan potensi bisnis di Indonesia. Hal ini membuat para pelaku usaha Yordania, Palestina, dan Irak yang hadir pada pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan acara ini. 
 
"Sebagian dari mereka menyatakan banyak informasi-informasi baru mengenai Indonesia yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Hal itu tentunya menggugah semangat para pelaku usaha tersebut untuk menjalin bisnis dengan mitranya dari Indonesia," tutur pernyataan KBRI Amman.
 
"Selama ini mereka cenderung menjalin bisnis dengan mitra tradisional dari negara-negara tetangga di kawasan, beberapa negara Eropa, Amerika Serikat dan Tiongkok," imbuh pernyataan itu. 


Diplomasi ekonomi dengan menggaet pengusaha Yordania, Palestina dan Irak (Foto: Dok. KBRI Palestina)

 
Acara ini dilaksanakan sebagai jembatan untuk memberi keyakinan kepada para pelaku bisnis yang hadir untuk memperluas bisnis mereka dengan mitra-mitra baru dari Indonesia dengan datang kepameran Trade Expo Indonesia pada 12–16 Oktober 2016 dan Indonesia Middle East Update pada 9-11 Oktober 2016 di Gorontalo.
 
Duta Besar Teguh Wardoyo menyampaikan bahwa hubungan bilateral yang telah terjalin antara Indonesia dan Yordania masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, masing-masing pihak perlu mengetahui potensi-potensi yang dimiliki untuk dapat digali lebih jauh lagi. 
 
"Sebagai kekuatan ekonomi baru, pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang tercepat di Asia. Indonesia juga merupakan negara terkuat secara ekonomi di wilayah Asia Tenggara. Namun demikian, dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat serta beberapa faktor lainnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 hanya mencapai 4,7 persen," pungkas Dubes Wardoyo. 
 
"Nilai total perdagangan internasional Indonesia pada 2015 hampir mencapai USD300 miliar, dengan nilai total ekspor sebesar USD150,25 miliar (turun 14,62 persen dari tahun 2014) dan nilai total impor mencapai USD142,74 miliar (turun 19,89 persen dari tahun 2014), sehingga terjadi surplus sebesar USD7,51 miliar," pungkas Dubes Teguh. 
 
Terkait dengan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Yordania, pada tahun 2012 nilai total perdagangan kedua negara mencapai USD500,32 juta dan merupakan yang tertinggi selama lima tahun (2011–2015). Sementara hingga Juni 2016, nilai perdagangan bilataral kedua negara sebesar USD139 juta. Penurunan angka ini salah satu penyebabnya adalah kondisi keamanan di kawasan yang kurang kondusif beberapa tahun terakhir yang membuat ditutupnya pintu perbatasan dengan negara tetangga. 
 
Di lain pihak, volume perdagangan Indonesia dengan Palestina masih sangat kecil, sebesar USD 1 juta pada tahun 2012 dan naik menjadi USD 1,8 juta pada tahun 2015. Dubes Teguh mengakui bahwa jumlah tersebut belum mencerminkan potensi sesungguhnya dari perdagangan bilateral antara kedua negara. Namun Indonesia optimistis bahwa nilai perdagangan tersebut dapat dilipatgandakan dalam beberapa tahun ke depan. Masih banyak yang dapat dilakukan oleh Indonesia dan negara akreditasi untuk mencapai kemajuan bersama.
 
Melihat potensi-potensi yang dimiliki, Dubes RI mengundang para pengusaha yang hadir, baik pengusaha Yordania, Palestina, maupun Irak untuk lebih meningkatkan kerja sama yang telah terjalin selama bertahun-tahun dengan Indonesia.Untuk itu kehadiran di Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 yang merupakan showcase produk berkualitas Indonesia dan juga pada kegiatan Indonesia Middle East Update (IMEU) di Gorontalo yang merupakan salah satu showcase peluang investasi akan menjadi pintu masuk untuk para pebisnis di kawasan ini untuk memperluas jaringan usahanya di Indonesia. 



(FJR)