Bentrokan Militer Myanmar dan Pemberontak Tewaskan 19 Orang

Willy Haryono    •    Sabtu, 12 May 2018 19:07 WIB
konflik myanmar
Bentrokan Militer Myanmar dan Pemberontak Tewaskan 19 Orang
Petugas memeriksa lokasi serangan bom di Lashio, Shan, Myanmar, 22 Februari 2018. (Foto: AFP/STR)

Shan: Sedikitnya 19 orang tewas dalam bentrokan antara militer Myanmar melawan pemberontak etnis di negara bagian Shan, Sabtu 12 Mei 2018. Ini merupakan aksi kekerasan paling mematikan di kawasan tersebut sejak beberapa tahun terakhir. 

Sejumlah aktivis hak asasi manusia menyebut bentrokan di Myanmar utara yang berbatasan dengan Tiongkok itu telah meningkat sejak Januari. Bentrokan ini kurang mendapat perhatian karena komunitas global lebih memerhatikan nasib pengungsi Muslim Rohingya di Rakhine dan Bangladesh.

Bentrokan terbaru di Shan State melibatkan Ta'ang National Liberation Army atau TNLA, salah satu grup pemberontak yang mendorong adanya lebih banyak kekuasaan otonomi di Myanmar utara. 

Serangkaian foto dan video di media sosial memperlihatkan prajurit Myanmar di sebuah ruas jalan depan permukiman warga. Sementara seorang prajurit pemberontak terlihat berlindung di balik sebuah mobil. 

"Sembilan belas (orang) tewas dalam pertempuran," ujar seorang sumber militer Myanmar, seperti dikutip AFP

Juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay mengatakan dalam laman Facebook bahwa satu polisi dan tiga milisi pro pemerintah tewas dalam bentrokan. Sementara 15 korban tewas lainnya adalah warga sipil. 

Ia menyebut operasi TNLA di Shan State sebagai aksi terorisme. 

"Serangan terhadap warga tak berdosa bukan untuk memperjuangkan hak-hak etnis," tegas Htay. "Itu hanyalah serangan teroris yang menghancurkan," lanjut dia.


(WIL)