Pilot MH370 Disebut Sengaja Jatuhkan Pesawat

Sonya Michaella    •    Rabu, 16 May 2018 10:39 WIB
misteri mh370pencarian mh370
Pilot MH370 Disebut Sengaja Jatuhkan Pesawat
Malaysia Airlines. (Foto: AFP)

Kuala Lumpur: Para ahli keamanan dan keselamatan udara menemukan kesimpulan terbaru terkait peristiwa hilangnya pesawat MH370 secara misterius.

Pesawat jenis Boeing 777 ini menghilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing dengan 227 penumpang dan 12 awak kapal pada Maret 2014 silam.

Analisis awal data satelit menunjukkan pesawat ini kehabisan bahan bakar dan jatuh di Samudera Hindia, sebelah barat Australia.

Sejumlah puing-puing MH370 ditemukan di beberapa pantai Samudera Hindia. Setelah lama tak kunjung mendapat jawaban, pencarian MH370 ditunda sementara pada tahun lalu sebelum dilanjutkan lagi pada awal tahun ini. 

Namun, mereka yang termasuk tim pencari MH370 sejak dua tahun terakhir menduga sang kapten pilot Zaharie Amad Shah sengaja menjatuhkan pesawat yang dikemudikannya.

Baca juga: Pencarian MH370 Dimulai Lagi, Malaysia Tidak Terlalu Berharap

"Ini direncanakan, disengaja, dan sudah tahu akan dijatuhkan di mana," kata pemimpin pencarian bawah laut puing MH370 Martin Dolan, dalam program khusus 60 Minutes Australia, dikutip dari Independent, Rabu 16 Mei 2018.

Saat menerbangkan pesawat nahas itu, Kapten Zaharie, didampingi co-pilot Fariq Abdul Hamid, yang baru pertama kali bertugas untuk penerbangan internasional.

Enam hari setelah pesawat menghilang, rumah keduanya di Kuala Lumpur, digeledah, dan semua peralatan komputer diambil. Bukti menunjukkan Kapten Zaharie menggunakan perangkat lunak simulasi penerbangan untuk mempersiapkan pengalihan pesawat.

Analisa lain dikeluarkan oleh Kapten Simon Harvey, seorang pilot asal Inggris yang ahli menerbangkan Boeing 777 dengan jam terbang tinggi.

"Misi itu direncanakan secara cerman, termasuk terbang di sepanjang perbatasan Thailand-Malaysia. Jika Anda menugaskan saya untuk membuat 777 menghilang, saya akan melakukan hal yang sama," ujar Harvey. 

Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari Malaysia maupun maskapai penerbangan Malaysia Airlines terkait penemuan terbaru dari sejumlah ahli tersebut. 



(WIL)