18 WNI Terancam Hukuman Mati di Arab Saudi

Sonya Michaella    •    Jumat, 06 Jul 2018 14:07 WIB
tkiperlindungan wni
18 WNI Terancam Hukuman Mati di Arab Saudi
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal. (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Setidaknya masih ada 18 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di Arab Saudi dan dua diantaranya hampir inkrah atau sudah diputus oleh pengadilan.

Baca juga: Kesaksian Pengacara Arab Saudi Terkait Kasus TKI.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan, hingga saat ini upaya pemerintah masih terus berjalan guna membebaskan dua WNI yang hampir inkrah tersebut.
 
"Mereka berdua berada di wilayah kerja KJRI Jeddah, bernama Eti binti Thoyib dan Tuti Tursilowati. Saat ini kami masih berupaya untuk membebaskan mereka berdua," kata Iqbal ketika ditemui di Kemenlu, Jakarta, Jumat 6 Juli 2018.
 
Kedua TKI tersebut, lanjut Iqbal, dituduh telah melakukan pembunuhan, kendati TKI yang bernama Tuti melakukan pembunuhan karena membela dirinya yang akan diperkosa.
 
Iqbal menambahkan, 18 WNI tersebut terbagi menjadi dua yakni sembilang orang berada di wilayah kerja KBRI Riyadh dan sisanya berada di wilayah kerja KJRI Jeddah.
 
"Yang di Riyadh tidak ada yang kritis, meski diancam hukuman mati. Tapi kami terus mengupayakan pembelaan bagi mereka semua," tutur Iqbal lagi.
 
Hingga saat ini, diperkirakan sekitar 800 ribu TKI bekerja di Arab Saudi dengan pembagian 500 ribu orang di Riyadh dan 300 orang sisanya berada di Jeddah. Sementara itu, mayoritas WNI tinggal di tiga kota besar di Arab Saudi, yaitu Riyadh, Jeddah dan Madinah.


(FJR)