Indonesia dan Thailand Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Willy Haryono    •    Jumat, 06 Jul 2018 15:59 WIB
palestinaindonesia-thailand
Indonesia dan Thailand Tegaskan Dukungan untuk Palestina
Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menlu Thailand Don Pramudwinai (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Yogyakarta: Indonesia dan Thailand sama-sama mendukung perjuangan Palestina dalam mencapai kemerdekaan. Dukungan ini ditunjukkan dengan berpartisipasi dalam Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD).
 
Baca juga: Indonesia Beri Rp28,4 M Bantu Penguatan Kapasitas Palestina.
 
CEAPAD digelar Mei lalu di Jakarta, yang kemudian dilanjutkan pertemuan di Bangkok pada 27 Juni. CEAPAD di Bangkok dibuka oleh Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha.
 
"Saya telah bertemu Menlu Thailand Don Pramuwidnai di Bangkok pekan kemarin, untuk menekankan dukungan terhadap saudara-saudara kita semua di Palestina," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers gabungan di acara Joint Commission Meeting (JCM) di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Jumat 6 Juli 2018.
 
"Kami berdua sangat mendukung Palestina," lanjut dia.
 
Seperti dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri RI, Menlu Retno menegaskan Indonesia senantiasa berada digaris terdepan dalam membantu perjuangan rakyat Palestina.
 
Guna memastikan kapasitas Palestina untuk menjadi negara merdeka, Indonesia tawarkan formula 3+1 agar bantuan yang diberikan CEAPAD tepat guna dan sesuai kebutuhan rakyat Palestina pada pertemuan tersebut.
 
Baca juga: Formula 3+1 Ditawarkan Indonesia untuk Palestina.
 
Formula 3+1 meliputi pembangunan kapasitas kepada aparatur Pemerintahan Palestina di berbagai sektor; menciptakan kondisi yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya perekonomian Palestina dan adanya sinergi bantuan kapasitas yang diberikan CEAPAD dan berbagai organisasi lainnya baik secara bilateral, regional dan global.


(FJR)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

8 hours Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA