ISIS Klaim Serangan Tabrak Lari di Tajikistan

Willy Haryono    •    Selasa, 31 Jul 2018 11:50 WIB
isistabrak lari
ISIS Klaim Serangan Tabrak Lari di Tajikistan
Mendagri Tajikistan Hamro Rahimzoda menggelar konferensi pers di Dushanbe, 29 Juli 2018, terkait insiden tabrak lari yang menewaskan empat orang. (Foto: AFP/SHODMON KHOLOV)

Dushanbe: Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim serangan yang menewaskan enam pesepeda asing di Tajikistan. Awalnya, peristiwa tersebut hanya diklasifikasikan sebagai insiden tabrak lari.

Keempat korban -- dua dari Amerika Serikat, satu Swiss dan Belanda -- ditabrak mobil saat sedang bersepeda di rute populer di distrik Danghara, sekitar 100 kilometer dari ibu kota Dushanbe.

Dua pesepeda lainnya dari Swiss dan Belanda terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Terdapat pula satu pesepeda asal Prancis yang berhasil lolos dari serangan tanpa mengalami luka.

"(Para tersangka) mempunyai pisau dan senjata api," ujar Menteri Dalam Negeri Tajikistan Hamro Rahimzoda, seperti dikutip dari AFP, Senin 30 Juli 2018.

Baca: Empat Turis Tewas dalam Tabrak Lari di Tajikistan

Dalam pernyataan di media propaganda Amaq yang dimuat situs pemantau ekstremis SITE, ISIS mengatakan "detasemen prajurit khilafah" telah meluncurkan serangan terhadap "warga negara koalisi." 

Pernyataan tersebut merujuk pada koalisi pimpinan AS dalam melawan ISIS di Suriah dan Irak.

Lima orang yang diduga terlibat dalam serangan dibunuh polisi, sedangkan empat lainnya ditahan. Dari lima orang yang tewas terdapat Jafariddin Yusufov, pemilik mobil yang menabrak para pesepeda.

Seorang pesepeda asal Belgia tiba di lokasi setelah serangan, dan melihat "beberapa orang tergeletak di jalan."

"Saat saya bertanya ada apa, hal pertama yang dikatakan adalah mereka baru saja ditabrak sebuah mobil. Kemudian orang-orang yang keluar dari kendaraan tersebut mulai menusukkan pisau ke para korban," kata pesepeda tersebut.


(WIL)