Penyelamatan Anak-anak Terjebak di Gua Thailand Terhambat Hujan

Arpan Rahman    •    Rabu, 27 Jun 2018 16:33 WIB
thailand
Penyelamatan Anak-anak Terjebak di Gua Thailand Terhambat Hujan
Proses penyelamat anak-anak yang terjebak di gua Thailand masih berlangsung (Foto: AFP).

Tham Luang: Tim penyelamat berjuang keras menghadapi hujan lebat pada Rabu 27 Juni ketika mereka berjuang untuk mengeringkan gua banjir di Thailand. Di gua itu, 12 anak dan pelatih sepak bola mereka sudah terperangkap selama berhari-hari. Sementara para kerabat putus asa seraya berharap anak-anak itu akan segera diselamatkan.

Baca juga: 12 Bocah Thailand Terjebak di Gua yang Terendam Banjir.

Tim sepak bola belia, berusia antara 11 dan 16, telah terjebak di gua Tham Luang di Thailand utara sejak Sabtu malam pekan lalu setelah hujan memblokir pintu masuk utama di gua.
 
Ratusan penyelamat bekerja semalaman guna memasang pompa air bertekanan tinggi untuk mengurangi banjir di dalam gua. Tapi itu pertarungan yang sia-sia ketika hujan terus mengguyur daerah di provinsi Chiang Rai utara dekat perbatasan Laos dan Myanmar.
 
"Meningkatnya permukaan air adalah kendala utama dalam operasi penyelamatan, dan hujan keras semalam," kata Khanchit Chomphudaeng, sekretaris provinsi yang bertanggung jawab atas operasi penyelamatan, kepada AFP.
 
Dia mengatakan 1.000 orang telah dimobilisasi untuk pencarian, termasuk tim udara dan darat dan para penyelam. Angkatan Darat juga mengirim pasukan operasi khusus demi membantu penyelamatan.
 
Angkatan Laut Thailand SEAL mengatakan di laman Facebook bahwa ketinggian air naik 15 cm semalam. Ruang ketiga dari jaringan gua yang kompleks, diyakini beberapa kilometer panjangnya, sekarang banjir.
 
Tentara membawa selang besar ke dalam gua Rabu buat melanjutkan pengurasan air banjir, menurut wartawan AFP di lokasi kejadian.
 
Kerabat yang putus asa telah berkemah selama berhari-hari untuk berdoa agar timnya kembali dengan selamat.
 
"Saya berharap hari ini dengan bantuan dari semua tim dia akan diselamatkan. Saya yakin di dalam hati saya," Pean Kamlue, ibu dari seorang anak laki-laki berusia 16 tahun di gua itu, seperti dilansir AFP, Rabu 27 Juni 2018.
 
Operasi penyelamatan yang mencekam telah memikat perhatian dan mendorong luapan emosi di media sosial dan dari para pemimpin top Negeri Siam.
 
Para pejabat mengatakan Selasa malam mereka melihat celah kedua masuk ke gua dan akan mencoba menurunkan penyelam dan pasokan ke dalam lubang ketika helikopter dikirim untuk mensurvei daerah itu.
 
Tentara juga menjelajahi lokasi itu dengan berjalan kaki semalaman mencari lebih banyak celah masuk.
 
Tim sepak bola muda, yang dinamakan ‘Boars’, dan pelatih berusia 25 tahun mereka akrab dengan daerah itu dan tahu gua tersebut dengan baik, kata para pejabat.
 
Mereka pergi ke gua setelah latihan sepak bola pada Sabtu dan seorang ibu dari salah satu pemain muda mengingatkan otoritas ketika putranya tidak pulang.
 
Sepeda, sepatu, dan ransel milik pesepakbola muda ditemukan di dekat pintu masuk gua, dan penyelam mengatakan mereka menemukan jejak kaki dan cetakan tangan di salah satu kamar pada Senin.
 
Tanda di pintu masuk gua memperingatkan pengunjung untuk tidak memasuki gua selama musim hujan dari Juli hingga November. Hujan diprediksi turun sepanjang hari Rabu.


(FJR)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

20 minutes Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA