Pengkritik Keras Duterte Tersingkir dari Tim Investigasi Narkoba

Arpan Rahman    •    Selasa, 20 Sep 2016 13:23 WIB
filipina
Pengkritik Keras Duterte Tersingkir dari Tim Investigasi Narkoba
Senator Leila de Lima disingkirkan dari tim investigasi perang narkoba di Filipina, 19 September 2016. (Foto: AFP/NOEL CELIS)

Metrotvnews.com, Manila: Senator Leila de Lima didepak dari posisinya sebagai kepala dari tim yang menginvestigasi kebijakan kontroversial Presiden Rodrigo Duterte dalam memerangi kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang. 

De Lima disingkirkan dari pucuk pimpinan Komite Keadilan dan Hak Asasi Manusia lewat mekanisme pemungutan suara, Senin (19/9/2016). Mosi untuk mencari pimpinan baru ini diinisiasi senator dan mantan jawara tinju Manny Pacquiao. De Lima tersingkir lewat 16 suara oposisi, yang jauh mengalahkan empat suara dukungan dan dua abstain. 

Seperti dinukil TIME, tersingkirnya de Lima merupakan indikasi bahwa para pendukung Duterte akan menyerang siapapun yang mengkritik perang narkoba di Filipina yang telah menelan lebih dari 3.000 jiwa ini. 

Pemecatan de Lima sebagai ketua komite terjadi setelah Senat mendengar pernyataan dari Edgar Matobato, seorang pembunuh bayaran yang bersaksi pekan lalu bahwa Duterte memerintahkan sebuah pasukan maut untuk melakukan pembunuhan -- beberapa di antaranya diduga dilakukan Duterte secara pribadi -- selama 22 tahun menjadi pemimpin Davao, kota di selatan Filipina.

Meski didepak, de Lima akan terus bertugas di komite walau bukan sebagai ketua. Posisinya digantikan ketua baru, Senator Richard Gordon -- yang baru-baru ini menyerukan agar aparat hukum Filipina diizinkan menangkap seseorang tanpa surat perintah.


Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: AFP)

Politikus perempuan itu telah mendapat serangkaian reaksi keras dari para pendukung Duterte, yang memfitnahnya sebagai "anak manja sekaligus pelindung," menurut kalimatnya (de Lima-Red), sindikat narkoba di Filipina. Duterte sendiri telah meluncurkan kampanye kotor terhadap dirinya, dengan meyakinkan warga Filipina bahwa de Lima dibayar geng narkoba dan pernah menjalani "petualangan seks" (seperti dikatakan Duterte-Red) dengan sopirnya.

Duterte mengatakan pada Minggu 18 September bahwa dia membutuhkan "enam bulan lagi" untuk menyudahi kampanye antinarkobanya. Ia mengaku "tidak bisa membunuh mereka semua" karena angka dalam laporan akhirnya akan sangat besar. Duterte pernah berkata bahwa perang brutal akan berlangsung hingga hari terakhir masa kepemimpinannya selama enam tahun. 


(WIL)