Presiden Desak Korut Lakukan Denuklirisasi

Fajar Nugraha    •    Kamis, 08 Sep 2016 10:39 WIB
ktt asean
Presiden Desak Korut Lakukan Denuklirisasi
Presiden Joko Widodo desak Korut lakukan denuklirisasi (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Vientiane: Dalam KTT ASEAN-Korsel, Presiden Joko Widodo membahas mengenai Korea Utara (Korut). Presiden pun mendesak Korut melakukan denuklirisasi.
 
"Korea Utara harus menghormati semua Resolusi Dewan Keamanan PBB terkait dengan denuklirisasi. Semua pihak (yang bertikai di Semenanjung Korea) harus menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang dapat memprovokasi," tutur Presiden dalam KTT ASEAN-Korsel ke-18 di National Convention Centre (NCC), Vientiane, Laos, Rabu 7 September.
 
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyinggung mengenai pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMK) di ASEAN dan Korsel, menyerap sekitar 90 persen dari tenaga kerja yang ada dan memberikan kontribusi yang lebih 50 persen terhadap GDP.
 
"Presiden memberikan saran agar di dalam konteks hubungan bilateral dengan Republik Korea maka UMKM dapat diberdayakan dengan meningkatkan produktivitas, meningkatkan inovasi, teknologi, dan riset," kata Menlu Retno Marsudi, dalam keterangan tertulis Biro Pers Istana, yang dikutip dari situs Setkab, Kamis (8/9/2016).


Presiden Korea Selatan (Korsel) Park  Geun Hye (kedua dari kiri) di KTT ASEAN (Foto: AFP)

 
Pentingnya kerja sama dalam konteks industri kreatif juga diangkat oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Karena, Korsel memiliki kemampuan di bidang industri kreatif yang cukup besar. Adapun potensi industri di Korsel mencapai sekitar USD26 miliar, sementara di ASEAN secara  keseluruhan mencapai sekitar USD50 miliar.
 
"Bagi ASEAN, Korsel memegang peran yang cukup besar karena merupakan mitra dagang kelima terbesar bagi ASEAN. Pada tahun 2015, angka perdagangan ASEAN dengan Korsel senilai USD122 miliar. Sementara di bidang investasi juga merupakan mitra yang cukup besar, mitra yang kelima juga," lanjutnya.
 
Terkait people-to-people contact, menurut Menlu, Presiden Jokowi juga mengemukakan fakta bahwa pada 2015 terdapat 7 juta orang yang melakukan mobilitas di antara ASEAN dengan Korsel.
 
"Kita perlu terus mendorong kerja sama ASEAN-Republik Korea melalui peningkatan pertukaran antar masyarakat dan pemuda di bidang alih pengetahuan ekonomi kreatif dan pendirian ASEAN Culture House di Busan 2017," pungkas Presiden Jokowi.
 
Tahun depan adalah tahun sarat dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat budaya untuk meningkatkan pemahaman antara masyarakat kedua belah pihak. Baik ASEAN maupun Korsel sudah sepakat untuk menjadikan 2017 sebagai Tahun Pertukaran Budaya ASEAN-Korsel.

(FJR)