KTT ASEAN Dibuka, Para Pemimpin Akan Tentukan Arah

Stela Nau    •    Selasa, 06 Sep 2016 16:58 WIB
ktt asean
KTT ASEAN Dibuka, Para Pemimpin Akan Tentukan Arah
KTT ASEAN 2016 resmi dibuka (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Vientiane: KTT ASEAN akhirnya resmi dibuka. 10 kepala negara anggota ASEAN, termasuk Presiden Joko Widodo, turut hadir dalam pertemuan itu.
 
KTT ASEAN ke-28 dan ke-29 ini dibuka secara resmi di National Convention Centre (NCC). Presiden Joko Widodo pun melakukan foto bersama dengan pose khas 'ASEAN way' bersama kepala negara lainnya.
 
Fokus pada KTT ASEAN ke-28 kali ini akan membahas tentang pembangunan komunitas ASEAN, khususnya penggelaran Visi ASEAN 2025 dan tiga rencana utama. Sementara, dalam KTT ke-29 yang akan digelar Rabu 7 September dan merupakan sidang terbatas, para pemimpin ASEAN akan membahas tentang hubungan luar negeri ASEAN dan orientasi ASEAN pada masa depan. Para pemimpin ASEAN juga akan membahas masalah-masalah regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama.
 
Selama KTT ASEAN ke-28 berlangsung, Presiden Joko Widodo akan didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.


Presiden Joko Widodo dalam pembukaan KTT ASEAN (Foto: AFP)

 
Usai pelaksanaan KTT ASEAN ke-28, Presiden Joko Widodo beserta pemimpin ASEAN lainnya diagendakan untuk menandatangani dokumen 'The ASEAN Declaration on One ASEAN, One Response: ASEAN Responding to disasters as one in the Region and outside the Region'. Setelahnya, Presiden akan langsung menghadiri ASEAN Leaders' Interface with Representatives of ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dengan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
 
Acara kemudian dilanjutkan sekitar pukul 16.40 WIB, di mana Presiden akan menghadiri ASEAN Leaders' Interface with Representatives of ASEAN Youth. Agenda kegiatan Presiden kemudian akan dilanjutkan dengan menghadiri ASEAN Leaders' Interface with ASEAN Business Advisory Council (ABAC). 
 
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.
 
Rangkaian kegiatan Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada hari ini akan diakhiri dengan menghadiri 'welcoming dinner' oleh Perdana Menteri Republik Demokrasi Rakyat Laos. Seperti diketahui, Laos saat ini memegang posisi sebagai Ketua ASEAN 2016. Acara tersebut akan digelar di Convention Hall, Hotel Don Chan Palace, Vientiane, Laos.
 
Agenda ASEAN
 
Sebelumnya pembukaan KTT ini, Menlu Retno Marsudi hadir dalam tiga pertemuan yang tak kalah penting. Pertemuan ini termasuk Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Kemudian juga pertemuan pilar ekonomi Asia Pasifik serta Asean Intergovernmental Comission on Human Right (AICHR).
 
"Pertama, mengenai aksesi tiga negara baru Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yaitu dari Chile kemudian Mesir, dan satu lagi adalah Maroko," ujar Menlu Retno kepada wartawan, di Vientiane, Selasa (6/9/2016). 
 
Dengan masuknya tiga negara yang mengaksesi TAC jumlah negara di luar ASEAN yang sudah mengaksesi adalah 25 negara. Digabung dengan 10 negara ASEAN, negara anggota TAC mencapai 35.  (Baca: Masalah Keamanan Kawasan Isi Pertemuan Menlu di KTT ASEAN http://internasional.metrotvnews.com/asia/gNQYdlqN-masalah-keamanan-kawasan-isi-pertemuan-menlu-di-ktt-asean).
 
Pertemuan kedua, menyangkut pertemuan ASEAN Political and Security Committe (APSC). Terakhir, pertemuan yang dilakukan oleh para menteri luar negeri ASEAN adalah dalam konteks ASEAN Coordinating Council (ACC). 


Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan KTT ASEAN (Foto: ANTARA)

 
ACC ini sebenarnya pertemuan untuk melihat isu housekeeping mengenai bagaimana masing-masing pilar sudah melakukan tugasnya masing-masing, untuk bersinergi mencapai ASEAN Community Vision 2025. Dan fokusnya mengenai Community Building 2025 dan Indonesia mengkonsentrasikan terhadap tiga isu. 
 
Pertama adalah isu mengenai pentingnya meningkatkan sentralitas ASEAN. Kedua dalam rangka mencapai ASEAN Community Building 2025, ‎Indonesia menekankan pentingnya people center and socially responsible ASEAN. Isu ketiga, yang Indonesia bawakan adalah dalam rangka tahun depan kita akan memperingati 50 tahun berdirinya ASEAN. 
 
Konflik Laut China Selatan
 
Sengketa Laut China Selatan tidak bisa lepas dalam pertemuan ASEAN, baik tingkat Menlu ataupun Kepala Negara. Perhatian tertuju kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan tentunya dengan Tiongkok, sebagai pengklaim utama dari Laut China Selatan.
 
Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang juga turut hadir dalam KTT ASEAN. Li bersama beberapa kepala negara non-ASEAN lainnya akan melakukan pertemuan dalam wadah KTT Asia Timur.
 
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan bahwa Duterte berencana untuk menanyakan kepada PM Li terkait rencana Tiongkok untuk mengembangkan Dangkalan Scarborough, yang masih disengketakan oleh Filipina dan Tiongkok.
 
Dangkalan itu menjadi pokok tuntutan Filipina di Permanent Court of Arbitration (PCA). Putusan panel PCA tersebut menyebutkan Tiongkok tidak memiliki hak atas Dangkalan Scarborough. Putusan ini pun ditolak oleh Negeri Tirai Bambu.
 
Menarik melihat apakah para pemimpin ASEAN bisa sepakat mengeluarkan deklarasi final yang menyebutkan secara khusus putusan PCA terkait Laut China Selatan. Namun menurut perkiraan, para pemimpin ASEAN akan mengeluarkan keprihatinan atas pembangunan yang dilakukan Tiongkok di sebuah pulau buatan, yang dianggap bisa memicu ketidakstabilan di wilayah Asia Tenggara.



(FJR)