Satu WNI di Filipina Kembali Dibebaskan dari Penyanderaan

Desi Fitriyani    •    Kamis, 22 Sep 2016 18:43 WIB
wni disandera abu sayyaf
Satu WNI di Filipina Kembali Dibebaskan dari Penyanderaan
Herman Mangak yang dibebaskan oleh penyandera (Foto: Metro TV)

Metrotvnews.com, Zamboanga: Seorang sandera warga negara Indonesia (WNI) berhasil dibebaskan dari penyekapan di Filipina.
 
Sekitar pukul 17.00 waktu filipina atau pukul 16.00 waktu Jakarta, Herman Mangak dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf. Herman dibebaskan setelah ditahan selama 48 hari.
 
Herman dikabarkan akan diserahkan oleh militer Filipina kepada perwakilan Indonesia di Davao, yakni KJRI Davao. 
 
Berdasarkan informasi yang diterima oleh reporter Metro TV Desi Fitriyani di Zamboanga, selama ini keberadaan dari Herman tidak diketahui keberadaannya. Dari pihak Abu Sayyaf juga tidak memberikan informasi tebusan mengenai Herman.
 
Menurut informasi yang diterima,-Herman yang bekerja sebagai nahkoda kapal ikan di Malaysia- pembebasan ada pembayaran, tetapi tidak sebesar yang diminta dari pihak perusahaan di Malaysia. Berdasarkan informasi Metro TV bahwa pembebasan Herman Mangak sekitar 5 juta peso atau sekitar Rp1,5 miliar. 
 
Pria berusia 38 tahun asal Bulukumba ini, dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Pihak militer Filipina pun menyerahkan Herman kepada Konjen Davao Berlian Napitupulu.
 
Setelah selesai menjalani kesehatan, Herman akan dipersatukan dengan tiga eks-sandera WNI lainnya, Lorence Koten, Theodorus Kopong dan Emanuel. Diperkirakan mereka akan dipulangkan pada Jumat atau Sabtu melalui pesawat reguler oleh Kementerian Luar Negeri RI dan akhirnya diserahkan ke keluarga.
 
Sebelumnya Panglima TNI Gatot Nurmantyo memberikan informasi kebebasan satu WNI yang disandera. Gatot mengatakan informasi ini dari Kedutaan Besar Indonesia di Manila.
 
Sampai saat ini masih ada lima wni lainnya yang disandera. Lima wni berada di dua kelompok yang berbeda. Pihak penyandera memberikan batas waktu hingga Sabtu 24 September.
 
Diperoleh informasi untuk tiga sandera, pihak perusahaan menyanggupi akan membayar uang tebusan sebesar 20 juta peso. Sementara dua sandera lainnya, pihak penyandera meminta uang tebusan sebesar 100 juta peso. Hingga saat ini pihak militer Filipina masih melakukan operasi di sekitar Sulu. 

 
 



(FJR)

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

13 hours Ago

Dalam kampanyenya bersama Bernie Sanders, Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan…

BERITA LAINNYA