Pakistan Tunjuk Mantan Ketua MA sebagai PM Interim

Willy Haryono    •    Senin, 28 May 2018 16:28 WIB
Pakistan Tunjuk Mantan Ketua MA sebagai PM Interim
Mantan Ketua MA Pakistan Nasir ul Mulk (kanan) bersama mantan menteri hukum Tassaduq Hussain Jillani. (Foto: AFP/PID)

Islamabad: Partai berkuasa dan oposisi Pakistan sepakat menunjuk mantan ketua Mahkamah Agung sebagai Perdana Menteri interim, Senin 28 Mei 2018.

Penunjukan Nasir ul Mulk dilakukan beberapa hari usai presiden Pakistan mengumumkan bahwa pemilihan umum akan digelar pada 25 Juli. Pemilu mendatang akan menjadi proses pemindahan kekuasaan kedua secara demokratik dalam sejarah Pakistan.

"Hari ini adalah hari yang penting dalam sejarah demokrasi Pakistan. Nama tersebut ditunjuk usai tercapainya konsensus," tutur PM Shahid Khaqan Abbasi dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari AFP.

"Kami telah memilih seseorang yang masa lalunya sangat jelas," lanjut dia.

Pemimpin oposisi Khursheed Shah menambahkan bahwa Mulk, yang pernah menjadi ketua MA selama hampir satu dekade, telah mendapatkan dukungan dari berbagai kubu politik.

Mulk dikenal sebagai tokoh yang membantu menyingkirkan mantan PM Yousaf Raza Gilani. Yousaf didakwa atas tuduhan menolak membuka kembali kasus korupsi presiden Pakistan saat itu, Asif Ali Zardari.

Penunjukan Mulk mengejutkan publik Pakistan karena namanya belum pernah disebut-sebut dalam daftar kandidat.

Pemerintah Pakistan saat ini akan berakhir pada 31 Mei. Kekuasaan kemudian akan diserahkan ke Mulk, sampai nantinya terbentuk pemerintahan baru.

Pemilu Pakistan mendatang akan menempatkan partai PML-N melawan rival utamanya, Tehreek-e-Insaf, yang dipimpim mantan bintang olahraga kriket, Imran Khan.
(WIL)