Mahathir: CEO AirAsia Dipaksa Dukung Barisan Nasional

Fajar Nugraha    •    Senin, 28 May 2018 14:08 WIB
politik malaysia
Mahathir: CEO AirAsia Dipaksa Dukung Barisan Nasional
CEO AirAsia dikabarkan dipaksa mendukung Barisan Nasional (Foto: Antara).

Kuala Lumpur: Chief Executive Officer AirAsia Group, Tony Fernandes meraih simpati Perdana Menteri Tun Mahathir Mohamad menerima tekanan untuk mendukung pemerintahan terdahulu yang dipimpin Barisan Nasional (BN).
 
Fernandes dikabarkan dipaksa menyuarakan dukungannya kepada BN dan mantan Perdana Menteri Najib Razak sebelum pemilihan umum 9 Mei 2018 (PRU 14). Pemilu berakhir kekalahan BN dari koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir.
 
Dalam wawancara dengan The Edge, Mahathir mengatakan lebih baik bagi perusahaan dan individu pada waktu itu untuk dilihat sebagai pendukung BN, atau berisiko menjadi sasaran Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN).
 
"Saya tahu pemerintah menggunakan tekanan, misalnya jika perusahaan atau individu terlihat dekat kepada kami (Pakatan Harapan), departemen pajak pendapatan akan meminta mereka untuk membayar pajak tambahan," ujar Mahathir kepada The Edge, seperti dikutip Malaysia Kini, Senin 25 Mei 2018.
 
"Jadi ketika Anda menghadapi ancaman ini, lebih baik bersikap ramah dengan pemerintah, jadi mereka (AirAsia) mengubah warna merah (khas AirAsia) menjadi biru (khas BN) untuk menyenangkan pemerintah," tuturnya.
 
"Saya bersimpati dengan banyak orang yang ditekan pemerintah (BN) dalam berbagai cara," kata Mahathir ketika diminta mengulas video sebelum PRU14 dimana Fernandes memuji Najib Razak yang dianggap mendahulukan rakyat.
 
Video itu diunggah dua hari sebelum hari pemungutan suara 9 Mei di saluran Saluran YouTube Fernandes, yang juga menampilkan tokoh-tokoh lain yang memuji kebijakan administrasi Najib.
 
 
Pada saat itu, Najib kembali ke Kuala Lumpur dari perjalanan dua harinya ke Sabah di pesawat AirAsia yang menampilkan slogan "Hebatkan Negaraku".
 
Foto-foto di pesawat A330-300 juga menunjukkan penumpang biru terbang berseragam, yang merupakan warna resmi BN, dibandingkan dengan warna merah mereka.
 
Video itu menarik banyak perhatian, memaksa Fernandes untuk mengeluarkan video permintaan maaf. Namun, anggota parlemen dari Partai Pribumi Bersatu Syed Saddiq Abdul Rahman dan Direktur AirAsia X, Tan Sri Rafidah Aziz muncul untuk membela Fernandes.
 
Namun, permohonan maaf Fernandes itu mengundang bantahan dari Komisi Penerbangan (Mavcom) yang menyangkal klaim bahwa Mavcom mencoba memaksa bos AirAsia itu membatalkan 120 penerbangan AirAsia yang disediakan untuk memungkinkan rakyat Malaysia pulang memberikan pilihan.


(FJR)