Usai Dibebaskan, Anwar Belum Ingin Kembali ke Politik

Fajar Nugraha    •    Rabu, 16 May 2018 15:09 WIB
politik malaysiaPemilu Malaysia 2018
Usai Dibebaskan, Anwar Belum Ingin Kembali ke Politik
Anwar Ibrahim (memegang dasi) bebas setelah diberikan pengampunan raja (Foto: AFP).

Kuala Lumpur: Anwar Ibrahim menghirup udara bebas pada Rabu 16 Mei 2018. Anwar mendapatkan pengampunan penuh dari Yang di-Pertuan Agung Sultan Muhammad V.

(Baca: Anwar Ibrahim Bebas usai Diampuni Raja).

Dalam konferensi pers pertamanya sejak ia dibebaskan, Anwar menegaskan dirinya hanya akan kembali sebagai warga negara biasa.
 
"Banyak universitas dan institusi yang mengundang saya untuk melakukan ceramah-ceramah. Mulai dari Harvard, Georgetown dan beberapa negara Muslim," ujar Anwar dalam konferensi pers pertamanya, seperti dikutip dari The Star, Rabu 16 Mei 2018.
 
Bagi Anwar, dirinya tidak pernah meninggalkan politik Malaysia. Politikus berusia 71 tahun itu menegaskan dia terus berada di belakang perjuangan Pakatan Harapan dalam memenangkan Pemilu Malaysia 2018.
 
Anwar pun menjelaskan mengapa dia bersedia bekerja sama dengan Mahathir, yang notabene sebagai lawan politiknya. Bahkan pertanyaan itu dilontarkan oleh para pemimpin-pemimpin dunia yang menghubunginya.
 
"Kepentingan saya saat ini adalah Malaysia. Kini waktunya mengubur segala perbedaan," jelasnya.
 
"Mahathir sudah beberapa kali menegaskan dirinya berkomitmen dengan agenda reformasi. Bahkan dia terus berjuang (memenangkan pemilu). Dia juga yang mengupayakan kebebasan saya," imbuh mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia itu.

(Baca: Teriakan Reformasi Mengiringi Kepulangan Anwar Ibrahim).

Tetapi Anwar menegaskan bahwa saat ini dirinya ingin berkumpul bersama keluarga dan hanya fokus memberikan pidato. "Mahathir lanjutkan saja yang sudah berjalan saat ini bersama Wan Azizah Wan Ismail dalam mengurus pemerintah. Saya tidak akan masuk ke kabinet," tegasnya.
 
"Sebagai perdana menteri, Mahathir memiliki hak prerogatif untuk membentuk kabinet, tetapi menambahkan bahwa Perdana Menteri telah memberinya jaminan bahwa ia akan berkonsultasi dengan para pemimpin partai sebelum memutuskan komposisinya," tuturnya.
 
Pada 2015, Anwar dijatuhi hukuman penjara lima tahun setelah Pengadilan Federal menguatkan vonis bersalahnya atas sodomi. Anwar awalnya dijadwalkan akan dirilis pada 8 Juni 2018 setelah hukuman lima tahun yang dimulai pada 10 Februari 2015 telah dikurangi untuk perilaku yang baik.
 
Pembebasannya dilakukan seminggu setelah Pakatan Harapan mengalahkan Barisan Nasional pada Pemilu Malaysia 9 Mei lalu.


(FJR)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

3 hours Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA