Lokasi Tes Nuklir Hancur setelah Dikabarkan Runtuh

Fajar Nugraha    •    Kamis, 26 Apr 2018 17:14 WIB
korsel-korutnuklir korea utara
Lokasi Tes Nuklir Hancur setelah Dikabarkan Runtuh
Lokasi uji coba nuklir Korea Utara, Punggye-ri dikabarkan tidak bisa lagi digunakan (Foto: AFP).

Pyongyang: Ilmuwan dari Tiongkok memberikan kesimpulan bahwa lokasi pengujian nuklir Korea Utara (Korut) tidak bisa digunakan lagi. Hal ini disebabkan bahwa sebagian tempat tes sudah runtuh.
 
Sejak 2006, lokasi uji coba nuklir Punggye-ri sudah dilakukan sebanyak enam kali. Uji terakhir dilakukan pada September 2017 lalu, tempat itu diguncang gempa beberapa kali.
 
Seismologis meyakini bahwa wilayah yang runtuh itu merupakan wilayah dalam pegunungan berada di lokasi uji coba tersebut.
 
Sebelumnya pada Sabtu 21 April pemimpin Korut Kim Jong-un mengumumkan bahwa negaranya menunda program nuklir yang selama ini dijalankan. Pengumuman mengejutkan itu dilontarkan mendekat pertemuan bersejarah antara pemimpin Korea Selatan (Korsel) dengan Jong-un pada Jumat 27 April 2018.

(Baca: Korut Bekukan Uji Coba Nuklir dan Misil).
 
Adapun penelitian dari University of Science and Technology of China (USTC) akan dipublikasikan dalam Geophysical Research Letters. Publikasi ini merupakan jurnal dari Serikat Geofisika Amerika.
 
"Disimpulkan bahwa 8,5 menit setelah uji September lalu, ada keruntuhan mengarah pada lokasi uji coba nuklir," sebut kesimpulan dari USTC, seperti dikutip AFP, Kamis 26 April 2018.
 
Punggye-ri berolkasi di wilayah timur laut pengunungan Korut. Uji coba nuklir di wilayah ini dilakukan dengan sistem terowongan yang digali di bawah Gunung Mantap.
 
Kesimpulan satu halaman dari riset USTC menyebutkan: "Runtuhnya (wilayah uji coba) itu menyebabkan infrastruktur di dalam Gunung Mantap tidak bisa digunakan untuk uji coba nuklir di masa depan".
 
Tetapi kata-kata itu tidak muncul dalam artikel akhir. Justru hanya menyebutkan,"Runtuhnya lokasi uji coba memicu pengawasan ketat mengenani kemungkinan kebocoran materi radioaktif".
 
(FJR)