Kemenlu dan KPU Perkuat Persiapan Pemilu 2019 di Luar Negeri

   •    Rabu, 06 Dec 2017 10:43 WIB
kpukemenlupemilu serentak 2019
Kemenlu dan KPU Perkuat Persiapan Pemilu 2019 di Luar Negeri
Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi dan Ketua KPU, Arief Budiman di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri. (Foto: Kemenlu RI).

Jakarta: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan KPU tandatangani Nota Kesepahaman mengenai penyelenggaraan Pemilihan Umum di luar negeri 2019. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi dan Ketua KPU, Arief Budiman di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.
 
Penandatanganan tersebut menandai secara resmi dimulainya persiapan Pemilu 2019 di luar negeri. Selanjutnya akan dibentuk Kelompok Kerja bersama Kemlu dan KPU serta Panitia Pemilihan Luar Negeri di 129 Perwakilan RI di luar negeri.
 
"Bagi saya dan Kemenlu, Pemilu di luar negeri bukan sekedar peristiwa politik," ujar Menlu Retno dalam sambutannya sembari menegaskan komitmen dukungan Kemenlu.
 
"Penyelenggaraan Pemilu di luar negeri adalah salah satu bentuk perlindungan WNI, yaitu perlindungan hak-hak politik yang dijamin Konstitusi dan diakui norma internasional secara universal," imbuh Menlu Retno, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI yang diterima Medcom.id, Rabu 6 Desember 2017. 
 
Diperkirakan terdapat sekitar tiga juta WNI yang terdaftar berada di luar negeri. Pada tahun 2014 sekitar dua juta WNI di luar negeri terdaftar di Daftar Pemilih Tetap Pemilu Presiden 2014. Dari jumlah tersebut sekitar 700 ribu WNI menggunakan hak pilihnya.
 
Ketua KPU pada kesempatan pendatanganan Nota Kesepahaman tersebut mengatakan bahwa salah satu perhatian utama yang akan diberikan adalah kepada upaya kalibrasi data pemilih. 
 
Sejumlah inovasi sudah dilakukan KPU bersama Kemenlu untuk memudahkan pemilih di luar negeri pada 2014. Di antara inovasi tersebut adalah pengiriman surat suara melalui pos dan drop-box. Inovasi-inovasi tersebut akan dilanjutkan untuk Pemilu 2019 mendatang.



(FJR)