RI Minta Bantuan Duterte Untuk Bebaskan Sandera WNI

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 04 Jan 2018 20:58 WIB
indonesia-filipina
RI Minta Bantuan Duterte Untuk Bebaskan Sandera WNI
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (Foto:Medcom/Sonya)

Jakarta: Kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf masih menyandera lima warga negara Indonesia. Nasib kelimanya dibahas dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Davao, Filipina Selatan.

Juru Bicara Arrmanatha Nasir menuturkan dalam pertemuan tersebut, Indonesia meminta kepada Presiden Duterte untuk membantu pembebasan sandera.

"Kita masih ada lima sandera di sana. Selama ini kita terus berusaha membebaskan mereka, namun sangat sulit," ujarnya, saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis 4 Januari 2017.

"Presiden Duterte adalah bekas wali kota Davao, dia bisa membantu memberikan tekanan kepada orang-orang yang sebenarnya bisa membantu kita lebih banyak lagi," lanjutnya.

Arrmanatha menuturkan pihak Indonesia tidak ingin bernegosiasi dengan para penyandera. Karenanya Indonesia berusaha menekan lewat pemerintah dengan bantuan Duterte.

"Kita tidak ingin bernegosiasi dengan mereka (penyandera), sehingga mereka bisa melepaskan ke kita tanpa harus bernegosiasi," ucapnya.

Dengan cara ini, tutur Arrmanatha, ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara yang mau bernegosiasi dengan pihak penyandera.

"Kalau membiasakan (bayar tebusan), nanti berputar terus seperti itu," imbuhnya.

Karenanya, diharapkan bantuan dari Presiden Duterte ini dapat menyelamatkan para anak buah kapal asal Indonesia yang disandera.


(WAH)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA