Ditahan di Myanmar, Kapten WNI Diberi Pendampingan Hukum

Sonya Michaella    •    Rabu, 30 Jan 2019 19:51 WIB
nelayanwniperlindungan wni
Ditahan di Myanmar, Kapten WNI Diberi Pendampingan Hukum
Duta Besar RI untuk Myanmar Iza Fadri. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).

Banda Aceh: 14 nelayan WNI asal Aceh yang sempat ditahan otoritas Myanmar akhirnya kembali. Namun Kapten kapal Bintang Jasa terpaksa harus tinggal di Myanmar untuk mengikuti proses hukum. 

Baca juga: Usai Ditahan Myanmar, 14 Nelayan WNI Pulang Hari Ini.

Duta Besar RI untuk Myanmar Iza Fadri mengungkapkan, KBRI Yangon akan terus memantau dan mengikuti proses hukum serta mengupayakan pembebasan.

“Kita sudah mengirim nota diplomatik ke Kemlu Myanmar pekan lalu dan kita menjelaskan juga bahwa ini adalah ketidaksengajaan,” kata Dubes Iza kepada awak media di Banda Aceh, Rabu 30 Januari 2019.

Dubes Iza berharap, Pemerintah Myanmar segera menanggapi nota diplomatik dari KBRI dan memproses ringan hukum untuk sang kapten. Menurut hukum Myanmar, ancaman untuk kapten akibat melanggar perbatasan laut akan dikenai hukuman penjara 3 hingga 6 tahun.

Selain itu, di antara 14 nelayan yang telah kembali, ada dua nelayan yang ternyata masih remaja. Mereka berusia sekitar 13 hingga 15 tahun.

“Kami mengimbau untuk Pemerintah Daerah Aceh agar memantau dan tidak memberikan izin kepada anak-anak di bawah umur untuk melaut,” ujar Dubes Iza lagi. 

Baca juga: Kemenlu Serah Terima 14 Nelayan WNI dari Myanmar ke Aceh.

14 nelayan ini tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, sekitar pukul 15.40 WIB. Mereka terbang dari Yangon menuju Kuala Lumpur, lalu dilanjutkan ke Medan, sebelum tiba di Aceh. 

Serah terima dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Myanmar Iza Fadri kepada Plt Gubernur Daerah Istimewa Aceh Nova Iriansyah, dengan disaksikan oleh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal.


(FJR)