Myanmar Tolak Gencatan Senjata di Rakhine

Sonya Michaella    •    Senin, 11 Sep 2017 11:30 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Myanmar Tolak Gencatan Senjata di Rakhine
Pengungsi Rohingya mengantre bantuan di kamp Kutupalong di Bangladesh. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Nay Pyi Taw: Myanmar dikabarkan menolak gencatan senjata yang diumumkan militan Rohingya, kemarin. 

Pernyataan gencatan senjata ARSA tidak menimbulkan respons formal dari militer atau Pemerintah Myanmar, yang mayoritas beragama Buddha.

Namun, juru bicara pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan di akun Twitter bahwa Pemerintah Myanmar tidak memiliki kebijakan untuk bernegosiasi dengan teroris.

Dikutip dari Strait Times, Senin 11 September 2017, Myanmar mengatakan pasukan keamanannya melakukan operasi untuk melawan ARSA, di mana oleh pemerintah telah ditetapkan sebagai sebuah organisasi teroris.

Militer mengatakan bahwa mereka telah membunuh hampir 400 militan sejauh ini. Sementara, beberapa pengungsi Rohingya mengeluh bahwa mereka dipaksa untuk berperang oleh ARSA.

ARSA mendeklarasikan gencatan senjata unilateral pada Sabtu 9 September 2017. 

"Gencatan senjata sementara atas operasi militer selama satu bulan agar grup-grup relawan dapat merespons krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di Rakhine," ujar pernyataan dari ARSA.

Disebutkan dalam pernyataan bahwa gencatan senjata akan mulai diberlakukan pada Minggu 10 September 2017. 

ARSA telah membunuh 12 petugas keamanan di pos perbatasan Myanmar hampir dua pekan lalu. Sebagai aksi balasan, militer Myanmar melancarkan operasi perburuan militan yang berimbas pada masyarakat sipil di Rakhine.

Pernyataan ARSA mendorong adanya bantuan kemanusiaan untuk semua korban di Rakhine, "terlepas dari apapun etnis atau agama mereka." ARSA juga meminta pemerintah Myanmar mengikuti gencatan senjata ini dan berpartisipasi dalam membantu korban kekerasan.

 


(WIL)

Bersama Membantu Rohingya

Bersama Membantu Rohingya

1 hour Ago

AUNG San Suu Kyi oleh dunia internasional sesungguhnya dinilai memiliki semua prasyarat yang diperlukan…

BERITA LAINNYA