Filipina Inginkan Konsensus ASEAN Terkait Isu Korut

Fajar Nugraha    •    Jumat, 04 Aug 2017 19:48 WIB
asean
Filipina Inginkan Konsensus ASEAN Terkait Isu Korut
Menlu Filipina Alan Peter Cayetano (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Manila: Filipina akan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN Regional Forum (ARF) ke-24 di Manila. Sebagai tuan rumah, ASEAN jajaki konsensi terkait Korea Utara (Korut).
 
Korut dalam beberapa waktu terakhir memicu kegeraman komunitas internasional dengan uji coba rudal dan nuklir. Menlu Korut pun dijadwalkan hadir dalam pertemuan ARF ke-24 ini.
 
Sebagai Ketua ASEAN, Menlu Filipina Alan Peter Cayetano dihadapkan pada tekanan untuk agar organisasi negara Asia Tenggara itu bisa mengambil langkah tegas terhadap Korut.
 
"Ini (ASEAN) adalah organisasi berdasarkan konsensus. Jadi apa yang bisa saya lakukan saat ini adalah melakukan konsultasi dengan anggota ASEAN," ujar Cayetano, seperti dikutip AFP, Jumat 4 Agustus 2017.
 
"Saya prediksi akan ada dua pihak berseberangan. Jadi ini adalah sebuah keputusan yang sulit," jelasnya.
 
Selain 10 negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, pertemuan ARF ini akan diikuti oleh negara mitra seperti Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), Australia, China, India, Jepang, Rusia.
 
Bagi Korut, forum ini sebenarnya bisa digunakan untuk membuka peluang dialog dengan negara-negara yang bertentangan dengan mereka. Hingga saat ini, Korut masih ingin mengembangkan rudal mereka yang diklaim bisa menggapai AS.

(Baca: Menlu Korut Ikuti Pertemuan ASEAN, Kemlu: Ini Kesempatan Bagus).
 
Tetapi di forum ARF, masih belum bisa diprediksi apakah ASEAN akan mengambil sikap tegas terhadap Korut. Beberapa pengamat meyakini bahwa ASEAN akan mencari peluang untuk memegang peluang sebagai mediator.
 
Cayetano pun menambahkan, Filipina masih menimbang merespons permintaan AS untuk menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Korut. Beberapa negara Asia memiliki hubungan dengan Korut, termasuk Indonesia sendiri.
 
"Pada dasarnya, kami tidak pernah meningkatkan hubungan diplomatik dengan Korut. Kami tidak memiliki banyak hubungan kuat dengan mereka." tegas Cayetano.
 
Mengenai sikap terhadap Korut, sebuah draft pernyataan Ketua ARF yang didapat oleh AFP, para menlu yang hadir di pertemuan ini akan menyuarakan 'keprihatinan ' atas kondisi di Semenanjung Korea.
 
 
 
Dalam pernyataannya, Duterte menyebut Jong-Un sebagai pemimpin maniak, bodoh dan kata kotor lainnya.



(FJR)