Pertemuan Menlu ASEAN

Aksesi Protokol Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Suatu Keharusan

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 05 Aug 2017 07:19 WIB
asean
Aksesi Protokol Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Suatu Keharusan
Pertemuan Komisi SEANWFZ di Manila. Flipina (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Manila: Senjata nuklir menjadi perhatian menteri-menteri luar negara anggota ASEAN. Dalam pertemuan di Manila, Filipina, para menlu sepakat untuk perpanjang rencana aksi Asia Tenggara bebas senjata nuklir.
 
"Bagi Indonesia, aksesi Protokol Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) oleh negara-negara pemilik senjata nuklir adalah suatu keharusan," demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno L.P Marsudi dalam pertemuan Komisi SEANWFZ di Manila, 3 Agustus 2017.
 
Indonesia menegaskan bahwa setelah 22 tahun sejak Traktat SEANWFZ ditandatangani oleh 10 Negara anggota ASEAN untuk menjadikan kawasan ASEAN bebas senjata nuklir, belum ada negara pemilik senjata nuklir yang melakukan aksesi kepada Protokol Perjanjian tersebut. 
 
Menlu Retno mengingatkan kembali bahwa aksesi negara pemilik senjata nuklir terhadap SEANWFZ sangatlah penting.
 
"Aksesi negara-negara pemilik senjata nuklir terhadap Protokol Traktat SEANWFZ sangat penting untuk memastikan efektivitas Traktat tersebut dan sekaligus memastikan 600 juta penduduk ASEAN terbebas dari ancaman senjata nuklir," sebut Menlu Retno, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu 5 Agustus 2017.
 
ASEAN pun harus aktif meningkatkan engagement atau perjanjian dengan kepada negara-negara pemilik senjata nuklir guna mengatasi hambatan untuk aksesi kepada protokol SEANWFZ oleh pemilik senjata nuklir. 
 
Indonesia menyampaikan bahwa ASEAN telah memiliki matriks yang memuat berbagai posisi ASEAN dan kesulitan negara pemilik senjata nuklir untuk lakukan aksesi. 
 
"Saya mengusulkan agar ASEAN dapat kembali tingkatkan intensitas komunikasi dengan Negara-negara pemiliki senjata nuklir untuk bahas langkah maju," tutur mantan Dubes RI untuk Belanda itu.
 
Pertemuan Komisi SEANWFZ, yang mengawali rangkaian pertemuan ke-50 Menlu ASEAN, merupakan mekanisme tingkat Menlu untuk mengawasi implementasi Southeast Asian Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ) Treaty. 
 
Pertemuan menyepakati untuk memperpanjang Rencana Aksi SEANWFZ guna memperkuat implementasi Perjanjian tersebut yang berakhir tahun ini untuk periode lima tahun ke depan.



(FJR)