Perseteruan Keluarga PM Singapura Bukan Drama Korea

Willy Haryono    •    Senin, 03 Jul 2017 16:44 WIB
politik singapurasingapura
Perseteruan Keluarga PM Singapura Bukan Drama Korea
PM Singapura Lee Hsien Loong dalam sebuah sesi khusus di parlemen, Senin 3 Juli 2017. (Foto: Parliament House of Singapore/Reuters)

Metrotvnews.com, Singapura: Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengaku ingin menghindari menuntut dua saudaranya atas pencemaran nama baik terkait tuduhan dirinya menyalahgunakan wewenang. 

Perseteruan keluarga antara anak-anak Lee Kuan Yew, PM pertama Singapura, telah memicu ketegangan sejak pertengahan Juni. Ketegangan dimulai saat adik PM Lee meluncurkan serangkaian serangan terhadap kakaknya di media sosial.

"Dalam situasi normal, atau dalam kondisi lainnya selain saat ini, saya pasti langsung melayangkan tuntutan," ucap PM Lee dalam sebuah sesi khusus di parlemen Singapura, Senin 3 Juli 2017. 

Ia mengatakan membawa masalah ini ke jalur hukum akan "semakin menodai nama orangtua saya." Ia juga khawatir proses hukum akan mengganggu aktivitas masyarakat Singapura.

"Oleh karena itu, menghadapi ini di pengadilan bukan pilihan favorit saya," lanjut dia, seperti dilansir Reuters.

Dua adik PM Lee, Lee Hsien Yang dan Lee Wei Ling, menuduh kakaknya menyalahgunakan wewenang atas sengketa rumah keluarga di 38 Oxley Road. Keduanya khawatir PM Lee akan menggunakan kekuasaan pemerintah terhadap mereka. 

Lee Hsien Yang mengatakan dia dan istrinya, seorang pengacara bernama Lee Suet Fern, akan meninggalkan Singapura karena merasa diawasi secara ketat dan tidak diinginkan. 

PM Lee secara konsisuten membantah tuduhan kedua adiknya. Ia mengaku sangat kecewa karena dua adiknya menjadikan perseteruan keluarga sebagai konsumsi publik.

Sementara itu Low Thia Khiang, pemimpin oposisi dari Partai Buruh, mengirim PM Lee yang tidak mau menyeret kedua adiknya ke pengadilan. Ia menilai tidak ada alasan keduanya harus diperlakukan berbeda. 

Low juga menyebut jika kedua adik itu memiliki bukti kuat bahwa sang kakak berbohong atau menyalahgunakan wewenang, maka seharusnya "mereka menguak hal itu ke publik" ketimbang berbicara di media sosial yang meresahkan masyarakat Singapura. 

"Pemerintah perlu bertindak. Saya pribadi bingung dan heran dengan perseteruan keluarga Lee ini," ujar Low. 

"Padahal, ini bukan sebuah film drama Korea," lanjut dia.


(WIL)