Sambangi AS, Menlu Retno Akan Bawa Isu Perdagangan dan Investasi

Sonya Michaella    •    Kamis, 27 Apr 2017 18:44 WIB
indonesia-as
Sambangi AS, Menlu Retno Akan Bawa Isu Perdagangan dan Investasi
Menlu Retno L.P Marsudi akan melakukan kunjungan ke AS sebagai bagian dari pertemuan ASEAN-AS (Foto: Media Indonesia).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembahasan mengenai pengaturan kerja sama perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan menjadi salah satu tujuan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS).

Menlu Retno akan menemui Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson di Washington, pekan depan. Kunjungan Menlu Retno ini juga sebagai kunjungan perdana tingkat menteri ke AS di mana Amerika saat ini sudah memiliki administrasi baru di bawah Presiden Donald Trump.
 
"Sesuai pesan Presiden Joko Widodo, kami juga mencari upaya untuk meningkatkan kemitraan strategis dalam konteks hubungan bilateral antara AS dan Indonesia," kata Direktur Amerika I Kementerian Luar Negeri RI, Adam Tugio di Jakarta, Kamis 25 April 2017.
 
Dengan kesepakatan untuk kemitraan strategis ini, Indonesia berharap bisa memperdalam hubungan bilateral sekaligus meningkatkan  hubungan dagang dan investasi.
 
"Nilai dagang Indonesia-AS cukup berkembang positif, sekitar USD26 sampai USD27 miliar per tahun. Nilai ini harus ditingkatkan dan sebenarnya potensi cukup besar karena produk ekspor impor kedua belah atau two ways trading saling melengkapi," ungkapnya.
 
Adam pun memberikan contoh ketika Indonesia mengekspor tekstil ke AS yang ternyata bahan katunnya adalah hasil impor Indonesia dari AS pula. 
 
"Ini adalah contoh Komplementaritas dari produk dua pihak. Dari produk utama ekspor impor itu saling melengkapi. Ini menyebabkan kita yakin peluang untuk meningkatkan perdagangan cukup besar," tuturnya.
 
"Kami juga akan menegaskan bagaimana komitmen AS dalam konteks membangun hubungan konstruktif dengan ASEAN," lanjut dia.
 
Selain itu, Menlu Retno juga akan membicarakan peluang kerja sama AS-Indonesia untuk memajukan set values pluralisme dan toleransi yang merupakan soft power penting untuk kerja sama penanggulangan radikalisasi.
 
Tak hanya bertemu dengan Tillerson, Kemenlu RI pun sedang mengatur jadwal agar Menlu Retno bisa bertemu dengan Menteri Perdagangan AS dan Ketua Kongres AS, Paul Ryan.
 
"Dengan Ketua Kongres ini kita membawa bahasan peningkatan kerja sama parlemen. Karena sampai saat ini, Indonesia-AS itu punya hubungan kerja sama parlemen yang cukup bagus," tukas dia.
 
Kunjungan Menlu Retno ini juga sebagai tindak lanjut dari kunjungan Wakil Presiden AS, Mike Pence ke Jakarta, pekan lalu. Saat bertemu di Jakarta, Pence pun secara langsung mengundang Menlu Retno untuk ke Washington dan kembali bertemu dirinya nanti dalam konteks courtesy call.

(FJR)