Duterte Ingin Scarborough Shoal di Laut China Selatan Dilindungi

Sonya Michaella    •    Rabu, 23 Nov 2016 12:07 WIB
laut china selatan
Duterte Ingin Scarborough Shoal di Laut China Selatan Dilindungi
Wilayah Scarbororugh Shoal (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Lima: Presiden Filipina Rodrigo Duterte disebut akan mengeluarkan perintah resmi guna melarang nelayan Filipina dan Tiongkok menangkap ikan di daerah sengketa di Laut China Selatan.

Penasihat Keamanan Nasional, Hermogenes Esperon Jr mengatakan bahwa Duterte telah menyampaikan rencananya pada Presiden Tiongkok, Xi Jinping di sela-sela forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik.

"Presiden telah memutuskan tempat itu dilindungi," ucap Esperon Jr, seperti dikutip Inquirer, Rabu (23/11/2016).

Scarborough Shoal yang hanya terletak beberapa mil dari daratan Filipina ini diperebutkan Tiongkok dan Filipina. Wilayah tersebut diyakini kaya ikan yang merupakan anugerah bagi nelayan setempat.

Namun, pejabat Tiongkok mengatakan Presiden Xi belum menyatakan setuju atau tidak setuju dalam rencana Duterte tersebut.

Esperon mengatakan, bagaimanapun Duterte telah mengatakan secara jelas bahwa Scarborough Shoal harus dilindungi.

"Implikasi dan efek ini akan merambat ke Laut China Selatan, di mana negara-negara lain pun tidak akan merusak dan mengambil ikan sembarangan," katanya.

Esperon menegaskan bahwa kerja sama antara Filipina dan Tiongkok ini akan menjadi kesepakatan maritim yang baik.

Sejak 2012, dua negara ini memang bersitegang dalam memperebutkan wilayah Laut China Selatan yang berujung dibawanya kasus ini oleh Filipina ke Pengadilan Arbitrase Internasional di Den Haag.

Pada Juli 2016 kemarin, putusan dikeluarkan di mana Tiongkok tak berhak atas 90 persen Laut China Selatan. Dikatakan, Tiongkok pun tak punya cerita sejarah atas Laut China Selatan yang sering dilontarkan Negeri Tirai Bambu itu.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA