Petunjuk Sulit Didapat Terkait Tewasnya Kakak Tiri Kim Jong Un

Arpan Rahman    •    Rabu, 15 Feb 2017 14:11 WIB
korea utara
Petunjuk Sulit Didapat Terkait Tewasnya Kakak Tiri Kim Jong Un
Pemberitaan mengenai tewasnya Kim Jong-Nam di Korea Selatan (Korsel) (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Polisi Malaysia memeriksa video pengawasan bandara untuk menemukan petunjuk tentang pembunuhan ganjil kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un di sebuah bandara yang sibuk.
 
Kematian Kim Jong Nam beriak ke seluruh Asia, pada Rabu 15 Februari, saat polisi melihat rekaman CCTV demi mendapat petunjuk tentang dua penyerang perempuan. Pihak rival Korea Selatan (Korsel) mengatakan, Pyongyang telah berusaha membunuh dia selama lima tahun.
 
 
Lelaki berusia 46 tahun itu ditargetkan, pada Senin 14 Februari, di pusat belanja di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Dia belum melewati pemeriksaan keamanan.
 
Kim, yang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, mengatakan kepada para pekerja medis sebelum meninggal bahwa dia telah diserang dengan semprotan kimia, menurut seorang pejabat senior pemerintah.
 
Agensi mata-mata Korsel mengatakan, Rabu, bahwa Korut sudah berupaya selama lima tahun untuk membunuh dia, mengutip Kim Jong Un yang "paranoia" dengan mengasingkan kakak tirinya.
 
Kim Jong Nam telah disinggung oleh beberapa pihak luar bisa menggantikan ayahnya yang diktator. Namun beberapa kalangan berpikir itu tidak mungkin sebab dia tinggal di luar negeri, termasuk di Makau, Singapura, dan Malaysia baru-baru ini.
 
Dia dilaporkan tidak senang ketika tertangkap di pintu masuk Jepang dengan paspor palsu pada 2001. Seraya berkilah dirinya hanya ingin mengunjungi Disneyland Tokyo di Jepang.
 
Beberapa laporan media Korsel mengungkap, dia tewas di bandara dibunuh dua wanita, yang diyakini agen Korut. Keduanya melarikan diri dalam taksi dan sedang diburu oleh polisi Malaysia.
 
 
Polisi Malaysia mengonfirmasi kematian seorang pria Korut 46 tahun yang diidentifikasi dari dokumen perjalanannya sebagai Kim Chol, lahir di Pyongyang pada 10 Juni 1970.
 
"Investigasi sedang berlangsung dan permintaan pemeriksaan post-mortem telah dilakukan untuk memastikan penyebab kematian," kata polisi seperti dikutip Belfast Telegraph dari laporan Associated Press, Rabu 15 Februari.
 
Ken Gause, dari CNA lembaga riset di Washington, yang telah mempelajari kepemimpinan Korut selama 30 tahun, berkata, Kim Chol adalah nama samaran Kim Jong Nam dalam petualangannya.
 
Dia diyakini lahir pada 10 Mei 1971, meskipun perayaan ulang tahun tidak selalu jelas bagi orang-orang Korut, menurut Gause.
 
Pembunuhan itu terjadi saat Korut merayakan peluncuran rudal terbarunya. Para pakar asing sudah menganalisanya sebagai bukti kemajuan persenjataan rudal negara tersebut.
 
Sejak mengambil alih kekuasaan pada akhir 2011, Kim Jong Un telah mengeksekusi atau membersihkan deretan pejabat pemerintah tingkat tinggi. Aksi itu telah digambarkan pemerintah Korsel sebagai "kekuasaan teror".
 
Eksekusi 2013 paling spektakuler, tembakan anti-pesawat membunuh pamannya, Jang Song Thaek, yang pernah dianggap orang kedua paling kuat di negara itu, dengan tuduhan pengkhianatan.
 
Para pembunuh Korut dilaporkan mencoba menembak Kim Jong Nam di Makau pada 2011, meskipun rincian pembunuhan berusaha ditutupi.
 
Korsel juga dilaporkan memenjarakan mata-mata Korut pada 2012, yang mengaku berencana membuat plot kecelakaan tabrak lari menargetkan Kim Jong Nam di Tiongkok pada 2010.
 
Meskipun berkali-kali hidupnya hendak dicelakai, Kim Jong Nam disebut sudah melakukan perjalanan ke Korut, hingga diasumsikan dia tidak lagi di bawah ancaman.
 
Penjelasan yang paling logis atas pembunuhan adalah Kim Jong Un telah menyingkirkan penantang potensial untuk tampuk kepemimpinan Korut dari dalam keluarganya sendiri. Ia sekaligus mengirim peringatan kepada para pejabatnya.
 
Insiden ini menyusul pembelotan seorang diplomat senior dari kedutaan besar Korut di London tahun lalu, yang telah buka suara tentang keputusasaannya akan pembersihan ala Kim.



(FJR)

Dua Orang Masih Ditahan Terkait Teror London

Dua Orang Masih Ditahan Terkait Teror London

9 hours Ago

Polisi telah melakukan total 15 pencarian terkait aksi teror di berbagai alamat di sekitar London.

BERITA LAINNYA