Presiden Korsel: Jika Parlemen Meminta, Saya akan Turun Jabatan

Sonya Michaella    •    Selasa, 29 Nov 2016 14:10 WIB
korea selatan
Presiden Korsel: Jika Parlemen Meminta, Saya akan Turun Jabatan
Presiden Korsel, Park Geun-hye (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Seoul: Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye tampaknya telah pasrah terkait nasibnya di mana rakyat Korsel menuntut agar dirinya menanggalkan jabatan presiden.

"Saya akan mengikuti apa yang diputuskan Parlemen. Jika mengharuskan saya turun, saya akan turun dari jabatan," ucap Park, seperti dikutip CNN, Selasa (29/11/2016).

"Jika Parlemen memang menetapkan itu, saya akan mengikuti untuk mengurangi kekhawatiran di negara ini. Saya harap bangsa akan menemukan stabilitas," lanjutnya lagi.

Pernyataan Park ini disiarkan oleh seluruh televisi lokal Korsel, setelah Sabtu pekan lalu, ribuan warga Korsel berunjuk rasa agar dirinya turun dari jabatan presiden.

Sementara, Park menolak untuk diperiksa jaksa untuk pertama kalinya dengan alasan harus mengurusi situasi di Korsel yang berkembang cukup cepat.


Demo di Korsel/AFP

Park disebut-sebut menjadi 'kaki tangan' rekannya dalam sebuah bisnis. Ia diduga memberikan kekuasaan yang tidak seharusnya kepada Choi dan juga penggalangan dana atas dua yayasan.

Atas kasus ini, Park telah meminta maaf sebanyak dua kali kepada rakyat Korsel. Namun, tampaknya rakyat tak menerimanya dan tetap menuntut agar ia menanggalkan jabatan presiden.

Dalam permintaan maafnya, Park sempat mengungkapkan bahwa ia akan kooperatif dalam penyelidikan dengan polisi. Dirinya juga akan bertanggung jawab jika nanti terbukti bersalah.

Jika memang harus dimakzulkan, dibutuhkan setidaknya dua per tiga suara untuk pemakzulan presiden. Setelah itu, perdana menteri akan memimpin pemerintahan secara sementara.

Dalam sejarah Korsel, tidak ada presiden yang gagal dalam memimpin pemerintahannya. Jika Park dimakzulkan atau mengundurkan diri, pemilihan umum pun akan digelar 60 hari setelahnya.





(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA