Rakyat Thailand Berduka, Putra Mahkota Mandikan Jasad Raja

Arpan Rahman    •    Sabtu, 15 Oct 2016 12:59 WIB
raja thailand
Rakyat Thailand Berduka, Putra Mahkota Mandikan Jasad Raja
Warga menantikan jasad Raja Bhumibol (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Bangkok: Putra mahkota Thailand Maha Vajiralongkorn, memimpin pemandian jasad ayahnya dalam sebuah ritual tradisional pemakaman Budha.
 
Sebuah konvoi kerajaan membawa jenazah Raja Bhumibol Adulyadej tiba di Grand Palace, pada Jumat 14 Oktober, dari rumah sakit Bangkok di mana ia mangkat, pada Kamis 13 Oktober, di usia 88.
 
Para pendeta Budha mengiringi peti mati sepanjang rute dari rumah sakit. Jasad raja sekarang disemayamkan di Kuil Emerald Budha, atau Wat Phra Kaew, di dalam kompleks Grand Palace, untuk rakyat memberikan penghormatan terakhir.
 
"Belum dijadwal kapan upacara kremasi seperti umumnya ritual kematian dalam agama Budha," seperti dilansir Daily Mail, Jumat (14/10/2016).
 
Menurut tradisi, jenazah bangsawan Thailand ditempatkan dalam guci emas. Namun para pejabat istana mengatakan tradisi itu tidak berlaku lagi dan jasad raja akan ditempatkan di peti mati dengan guci kerajaan simbolik di dekatnya.
 
Duka rakyat ditinggal Raja Bhumibol Adulyadej
 
Raja mengatasi beberapa krisis selama berkuasa dan banyak orang Thailand khawatir tentang masa depan negeri itu sepeninggal dia. Militer, yang mengambil alih kekuasaan pada 2014 melalui kudeta, selama beberapa dekade terpanggil untuk membela monarki dan membenarkan intervensi raja dalam politik.
 
Pemimpin pemerintah militer Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan, keamanan adalah prioritas utama dan dia memerintahkan pasukan tambahan dikerahkan ke seluruh negeri.


Warga memberikan penghormatan untuk Raja Bhumibol (Foto: AFP)
 
 
Keamanan sangat ketat, pada hari Jumat, di istana, kuil, dan kompleks kementerian dengan tentara berjaga di pos pemeriksaan, kantor-kantor pemerintah, dan persimpangan jalan.
 
Banyak orang berlindung di bawah payung atau berkipas di tepi jalan sepanjang rute dari rumah sakit ke istana, lantaran matahari menyengat trotoar.
 
Kesehatan raja memburuk selama beberapa tahun namun kematiannya telah mengejutkan negara di Asia Tenggara berpenduduk 67 juta orang itu hingga tenggelam ke dalam kesedihan.
 
Kebanyakan orang di ibu kota dan di kota-kota di seluruh negeri berpakaian hitam, tapi toko-toko tetap buka. Kabinet menyatakan hari libur resmi untuk berkabung, tetapi Bursa Efek Thailand dan lembaga keuangan lainnya dibuka seperti biasa.
 
Indeks gabungan pasar saham saat perdagangan dibuka naik 4 persen, sementara mata uang baht menguat sekitar 1 persen terhadap dolar, di tengah harapan suksesi akan lancar. Gubernur bank sentral mengatakan tidak ada spekulasi yang abnormal.
 
Thailand di tangan putra mahkota
 
Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn diharapkan menjadi raja baru tapi dia tidak dipuja seperti ayahnya yang seumur hidup bertahta.
 
Pangeran telah menikah dan bercerai tiga kali, menghabiskan sebagian besar hidupnya di luar Thailand, lebih banyak di Jerman. (Baca: PM Thailand: Vajiralongkorn Akan Dilantik sebagai Raja).
 
Raja Bhumibol kadang-kadang disebut raja terkaya di dunia dengan kekayaan bersih sekitar USD40 miliar. Tetapi banyak dari kekayaan itu dikelola oleh Biro Harta Benda Kerajaan, yang di bawah raja terakhir diinvestasikan terutama dalam proyek-proyek pembangunan kerajaan dan menyewakan petak-petak besar tanah di sekitar Bangkok, sering di bawah harga pasar.
Pangeran Maha Vajiralongkorn (Foto: AFP)
 
 
Monarki ini bisa dibilang salah satu lembaga yang paling kuat Thailand. Bagian dari lembaga ini adalah Dewan Pribadi dengan 19 anggota, yang bertugas memberi nasihat pada raja.
 
Di Grand Palace, ribuan pelayat, banyak yang menangis, berbaris untuk berlutut di hadapan potret sang raja dan menggelar ritual menuangkan air sebagai bagian dari upacara pemakaman kerajaan.
 
"Saya masih merasa seperti bermimpi. Saya tidak percaya hal ini terjadi," kata Supawan Wongsawas, 64, seorang pensiunan pegawai negeri.
 
Suthad Kongyeam, 53, mengatakan rasanya seperti kehilangan seorang ayah.
 
"Dia adalah jantung dari seluruh negeri," kata Suthad. "Semuanya terguncang. Tidak ada tempat untuk berpegang lagi," tegasnya.
 
 
Pangeran Vajiralongkorn ingin berduka dengan rakyat
 
Thailand telah mengalami serangan bom dan kekhawatiran ekonomi baru-baru ini. Sementara rivalitas membara antara pemerintah yang dipimpin militer dan kekuatan politik populis, setelah satu dekade penuh gejolak termasuk dua kudeta dan gejolak protes berdarah.
 
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan, negara itu dalam kecamuk kesedihan yang mendalam dan berkabung. Dia mengatakan, keamanan adalah prioritas utamanya dan menyerukan dunia bisnis untuk tetap aktif dan investor tidak membuang saham.


Warga Thailand berduka (Foto: AFP)
 
 
Ditaksir, pelayat di lapangan Rumah Sakit Siriraj, di mana raja meninggal, sejak hari Jumat, berkisar sekitar 100 orang, sebagian besar berpakaian hitam, berdoa di sana di bawah patung mendiang ibu suri.
 
"Saya takut dan tidak tahu apa yang harus dipikirkan. Jika saya pulang, saya tidak bisa berpikir," kata Jirawat Wayaphan, 64.
 
Rumah sakit itu terbuka dan sibuk, tapi semua pengunjung membeku dan berdiri tegak ketika lagu kebangsaan dimainkan melalui pengeras suara seperti biasa, pukul 08:00 waktu setempat.
 
Tayangan hitam-putih sang raja bermain musik jazz dengan saksofon telah menggantikan siaran reguler di saluran televisi sejak kematian raja diumumkan.
 
Prayuth berkata, Pangeran Vajiralongkorn ingin berduka dengan rakyat dan menangguhkan suksesi resmi sampai nanti, ketika parlemen mengundang dia untuk naik takhta.
 
"Hidup Yang Mulia raja baru," kata Prayuth.
 
Pemimpin dunia ucapkan belasungkawa
 
Dalai Lama telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Ratu Sirikit dan rakyat Thailand, mengungkapkan kesedihan atas mangkatnya Raja Bhumibol.
 
Pemimpin spiritual Budha Tibet itu menyebut, raja terakhir Thai sumber harapan dan inspirasi bagi rakyatnya selama tujuh dekade, menurut situs resminya.
 
Dalam surat yang dikirim dari Zurich, Dalai Lama mengingat pertemuan dengan raja selama kunjungan pertamanya ke negara Budhis itu pada 1967 -- perjalanan pertamanya ke luar negeri setelah melarikan diri ke pengasingan di kota India, Dharamsala. Teks surat itu tidak dirilis.
 
Kepala pemerintahan Tibet di pengasingan juga merilis sebuah pernyataan yang sama, memuji raja sebagai 'mercusuar harapan dan karunia kasih' untuk Thailand.
 
"Selama 70 tahun pemerintahannya, ia memimpin negara menuju kemakmuran ekonomi dan spiritual dengan menunjukkan komitmen tak kenal lelah untuk perdamaian dan pembangunan," kata Perdana Menteri Lobsang Sangay. Pernyataannya menegaskan, Tibet berbagi afinitas spiritual dengan Thailand.


Warga menunggu iringan jasad Raja Bhumibol (Foto: AFP)
 
 
Berbagai kerajaan Eropa telah mengirim pesan simpati kepada ratu Thailand setelah kematian Raja Thailand Bhumibol.
 
Pesan dari Swedia, Raja Carl Gustaf XVI menyatakan: "Sri Ratu dan saya merasakan penyesalan yang mendalam dan kesedihan dari kematian Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej. Kami menyampaikan bela sungkawa tulus kami untuk Anda dan keluarga Anda, serta rakyat Kerajaan Thailand."
 
Dari Denmark, Ratu Margrethe, dan suaminya Pangeran Henrik, mengatakan: "Saya sangat sedih dengan kematian Raja tercinta, Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej. Hubungan antara keluarga kita selalu dekat dan Pangeran Henrik beserta saya menyampaikan kepada Anda, keluarga Kerajaan, dan rakyat Thailand belasungkawa yang sedalam-dalamnya."
 
Presiden Joko Widodo juga memberikan ucapan belasungkawa kepada rakyat Thailand. Jokowi melihat sosok Raja Bhumibol sebagai pemimpin pembawa perdamaian.
 
Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan, kesederhanaan dan perhatian Raja Bhumibol kepada rakyat patut diteladani. Patut ditiru.  (Baca: Jokowi: Dunia Kehilangan Pemimpin Pembawa Perdamaian).

 

 


(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA