Bawa Bahan Peledak, Militan Dilumpuhkan Polisi Bangladesh

Arpan Rahman    •    Sabtu, 18 Mar 2017 17:20 WIB
bangladesh
Bawa Bahan Peledak, Militan Dilumpuhkan Polisi Bangladesh
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Dhaka: Polisi Bangladesh menembak dan membunuh seorang militan. Semula tersangka, yang berupaya memasuki sebuah pos pemeriksaan keamanan, mengendarai sepeda motor bersenjata membawa bahan peledak. 
 
Aksi pada Sabtu 18 Maret, yang terbaru dalam serangkaian insiden keamanan sejak serangan mematikan di sebuah kafe di bulan Juli.
 
Insiden terjadi sehari setelah seorang pengebom bunuh diri meledakkan dirinya di sebuah pangkalan pasukan keamanan di dekat bandara internasional di Ibu Kota negeri Asia Selatan itu, Dhaka.
 
Batalyon Aksi Cepat (RAB) kontra-terorisme Bangladesh berkata, beberapa petugas melepaskan tembakan ketika seorang pria mengendarai sepeda motor berusaha menerobos pos pemeriksaan.
 
"Pria itu membawa bahan peledak di tubuhnya," kata Kepala Bagian Hukum dan Media RAB Mufti Mahmud Khan kepada Reuters, seperti dilansir Sabtu 18 Maret 2017. Dia katakan, dua petugas terluka dalam serangan.
 
Bangladesh telah meningkatkan keamanan di semua bandara dan penjara di seluruh negeri setelah serangan bunuh diri, Jumat 17 Maret. 
 
Paling serius dalam serangkaian serangan selama beberapa tahun terakhir, terjadi Juli lalu, tatkala kelompok bersenjata menyerbu sebuah kafe di Dhaka dan menewaskan 22 orang, sebagian besar orang asing.
 
Pada Kamis 16 Maret, empat orang -- diduga anggota kelompok militan Islam yang dituding atas serangan ke kafe -- tewas dalam penggerebekan polisi di tempat persembunyian mereka di kota tenggara Chittagong.
 
Al Qaeda dan kelompok militan Islamic State (ISIS) telah membuat klaim atas meluapnya pembunuhan baru-baru ini menyasar kaum liberal dan anggota minoritas agama di Bangladesh, sebuah negara mayoritas Muslim berpenduduk 160 juta jiwa.
 
Pihak berwenang sudah secara konsisten mengesampingkan kehadiran sejumlah kelompok transnasional, seraya menuduh militan domestik sebagai gantinya. Namun, para pakar keamanan mengatakan, skala dan kecanggihan serangan kafe menyiratkan kaitan ke jejaring transnasional.
 
Polisi menewaskan lebih dari 50 tersangka militan dalam tembak-menembak sejak serangan kafe. Termasuk atas seseorang yang mereka sebut sebagai perencana utama, warga negara Kanada kelahiran Bangladesh bernama Tamim Ahmed Chowdhury.



(FJR)