Duterte Incar Kerja Sama Persenjataan dengan Israel

Sonya Michaella    •    Senin, 03 Sep 2018 14:58 WIB
filipina
Duterte Incar Kerja Sama Persenjataan dengan Israel
Presiden Filipina Rodrigo Duterte tiba di Yerusalem. (Foto: AFP)

Manila: Rodrigo Duterte menjadi presiden pertama Filipina yang mengunjungi Israel. Ia pun mengaku, kerja sama terkait senjata akan menjadi tujuan utamanya bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Israel adalah salah satu penjual senjata terbesar di dunia dengan hampir 60 persen ekspor ke kawasan Asia Pasifik. Sejak 2017, Filipina telah menjadi salah satu pembeli senjata dari Israel, yaitu radar dan perangkat anti-tank.

Secara historis, kedua negara memiliki ikatan cukup dekat. Pada 1947, Manuel Roxas, presiden Filipina saat itu, memberikan suara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membentuk Israel.

"Kunjungan ini adalah kunjungan yang penting, yang melambangkan hubungan kuat dan hangat antar dua bangsa dengan potensi besar untuk memperkuat hubungan," kata Kementerian Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Guardian, Senin 3 September 2018.

Kunjungan perdana Duterte ini juga akan membahas tenaga kerja Filipina yang terhitung cukup banyak bekerja di Tel Aviv. 

Meski mengadakan kunjungan ke Israel, Menteri Luar Negeri Filipina, Alan Peter Cayetano mengatakan bahwa Filipina tetap mendukung kemerdekaan Palestina.

"Kami sangat percaya pada hak warna Palestina dan kami juga percaya hak Israel. Filipina akan terus konsisten dengan prinsip ini," tukasnya.

Namun, perjalanannya kali ini dikecam sejumlah tokoh HAM Israel. Pasalnya, pada 2016, ia pernah membandingkan pembantaian Adolf Hitler kepada tiga juta orang Yahudi dengan para pecandu narkoba di Filipina.

Saat itu, ia mengatakan tak akan segan membantai pecandu narkoba tersebut yang secara tak langsung disamakan dengan para orang Yahudi. Setelah dikecam, Duterte kemudian minta maaf. 


(WIL)