ASEAN Luncurkan Kampanye HeForShe untuk Sokong Pemberdayaan Perempuan

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 30 Nov 2017 18:50 WIB
kampanye heforshe
ASEAN Luncurkan Kampanye HeForShe untuk Sokong Pemberdayaan Perempuan
ASEAN luncurkan kampanye HeForShe (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: ASEAN kini menjadi bagian dari kampanye dunia mengenai dukungan pria kepada wanita. Karenanya, hari ini, Kamis, 30 November 2017, ASEAN bekerja sama dengan Organisasi PBB mengenai Wanita, meluncurkan kampanye ASEAN HeForShe.
 
Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh menuturkan bahwa kampanye ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi Gender-Responsive Implementation of the ASEAN Community Vision 2025 and Sustainable Development dan Joint Statement of Women, Peace and Security.
 
Menurut dia, visi ASEAN ini tidak akan dapat terlaksana jika para pria tidak mendukung wanitanya untuk maju.
 
"Visi ini hanya sebatas angan jika para pria tidak mendukung para wanita untuk lebih maju. Pria dan wanita harus satu tujuan untuk mencapai kemajuan tersebut," katanya dalam peluncuran kampanye ASEAN HeForShe, di kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta.
 
Menurutnya, peluncuran kampanye ini hanya permulaan dari pemberdayaan perempuan. Karenanya, untuk mendukung kesetaraan gender, harus ada promosi di bidang pendidikan, kesehatan, pembuatan keputusan, politik dan pembangunan perdamaian.
 
Meski demikian, Le menyebutkan bahwa kampanye ini menjadi ajang kerja sama wanita dan pria untuk berkontribusi membawa hal positif di komunitas ASEAN.
 
Direktur UN Woman untuk Asia Pasifik Miwa Kato menyebutkan bahwa mencapai kesetaraan gender bermula dari mengubah pola pikir. Hal tersebut bisa dimulai dari komunitas terkecil, yaitu keluarga.
 
Dalam keluarga harus diajarkan saling menghormati antara ibu dan bapak, orang tua dan anak, kakak dan adik dan kebalikannya. Dengan menanamkan saling menghargai, maka secara tidak langsung akan dibawa ke keluarga.
 
Pasalnya Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan bahwa masalah yang dihadapi Indonesia adalah mengubah pola pikir. Hal ini disebabkan karena beragam tradisi, budaya dan agama yang ada di Indonesia.
 
Meski demikian, Miwa menyebutkan sangat bangga pada Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya kesetaraan gender. Dengan tercapainya hal tersebut, pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa semakin meningkat.
 
"Indonesia juga harus bangga bisa memiliki presiden yang juga bergabung dalam kampanye HeForShe ini," imbuhnya.
 
Kampanye HeForShe sendiri sebenarnya telah diluncurkan oleh UN Woman pada 2014 lalu di Markas Besar PBB. Selaku koordinator, UN Woman menggaet aktris cantik asal Inggris, Emma Watson sebagai duta HeForShe. Sementara di Indonesia kampanye ini diluncurkan sejak 2016 lalu, tepatnya saat Hari Ibu.



(FJR)