Indonesia Berharap AS Lebih Bijak soal Pengakuan Yerusalem

Sonya Michaella    •    Selasa, 05 Dec 2017 15:22 WIB
israel palestinadonald trumppalestina israel
Indonesia Berharap AS Lebih Bijak soal Pengakuan Yerusalem
Dubes Andy Rachmianto ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017. (Foto: Sonya Michaella)

Jakarta: Amerika Serikat berencana memindahkan Kedutaan Besar miliknya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Jika langkah tersebut dilakukan, maka secara tidak langsung AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Duta Besar RI untuk Palestina merangkap Yordania, Andy Rachmianto, menilai tindakan tersebut ceroboh.

"Kalau AS mengakui Yerusalem sebagai bagian dari Israel, ini sama saja AS sudah tidak bisa berperan jadi penengah konflik, karena mereka sudah berpihak," tutur dia ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

"Kami berharap, AS bisa menunjukkan kepemimpinannya untuk jadi penengah dan fasilitator perdamaian," lanjut Dubes Andy.

Dubes Andy mengatakan situasi Timur Tengah saat ini masih panas. Jika AS benar-benar melakukan hal itu, maka situasi dipastikan akan bertambah tegang.

"Seperti ada api masih berkobar, panas, lalu disiram bensin lagi. Tambah besar apinya. Ya kami harap AS bisa lebih bijak," ucapnya.

Ia menilai pergerakan AS saat ini masih fifty-fifty, di mana segala sesuatunya masih bisa terjadi.

Baca: Trump Tunda Keputusan Memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem

"Kalau berpegang pada pernyataan Dubes AS kemarin saat bertemu Bu Menlu ya masih fifty fifty karena Trump belum ambil keputusan," ungkap dia.

Indonesia pun sangat berharap agar Presiden AS Donald Trump bisa lebih bijak dan masih ingin menjadi pemimpin untuk menangani masalah ini sehingga Trump menangguhkan rencananya. 

Sementara itu Jika nanti Palestina sudah benar-benar merdeka, Indonesia akan membuka perwakilannya di sana. Hal ini sejalan dengan sikap teguh pemerintah Indonesia untuk selalu mendukung perjuangan Palestina.

"Itu prinsip Indonesia. Palestina merdeka, maka kita buka perwakilan di Palestina. Menurut saya, membuka Konhor di Ramallah juga salah satu komitmen kita terhadap Palestina," ucap Dubes Andy, merujuk kepada Konsul Kehormatan.

Baca: Menlu RI Panggil Dubes AS soal Rencana Pengakuan Yerusalem


(WIL)