Gadis Rohingya Terpaksa Menikah Demi Mendapat Makan

Sonya Michaella    •    Jumat, 01 Dec 2017 10:46 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Gadis Rohingya Terpaksa Menikah Demi Mendapat Makan
Salah satu gadis Rohingya yang akan dinikahkan. (Foto: Guardian)

Dhaka: Gadis-gadis remaja Rohingya yang lari ke Bangladesh terpaksa harus menikah demi memenuhi kebutuhan pangan dirinya dan keluarganya.

Anwara, 14 tahun, tiba di Bangladesh pada September lalu. Ia adalah salah satu dari ratusan ribu pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke perbatasan Bangladesh karena krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State.

"Saya tidak mengerti apa yang telah terjadi, saya hampir tidak makan apapun," ucap Anwara, dikutip dari Guardian, Jumat 1 Desember 2017.

Ia menikah beberapa pekan setelah dirinya tiba di Bangladesh dan kini, Anwara baru saja melahirkan bayi pertamanya.

"Saya berharap bisa hidup di masa remaja saya tanpa suami dan anak. Pasti hidup indah," tuturnya.

Mayoritas, gadis-gadis remaja ini dinikahkan dengan secara paksa oleh keluarganya untuk mendapatkan bahan makanan. Namun, tak sedikit pula yang memang ingin menikah untuk menolong keluarganya.

Seorang pengungsi Rohingya bernama Muhammad Hassen mengaku akan menikahkan putrinya yang berusia 14 tahun bernama Arafa.

"Kami memiliki 10 anggota keluarga, tujuh anak perempuan. Kami mendapatkan 25 kilogram beras setiap dua pekan. Itu saja tidak cukup," katanya.

Arafa sendiri tidak tahu menahu siapakah calon suaminya. Ayahnya hanya mengatakan, calon suaminya tersebut jauh lebih tua dari dirinya, sekitar 20 tahun.

"Saya hanya melakukan segalanya untuk keluarga dan adik-adik saya. Jadi itu tidak apa-apa," tutur dia lagi.

Sampai saat ini, eksodus pengungsi Rohingya ke Bangladesh mencapai lebih dari 620 ribu orang. Mereka melarikan diri dari Rakhine State yang dilanda kekerasan sejak Agustus 2017 ini.

Rencananya, mereka akan segera dipindahkan ke pulau lepas pantai oleh Pemerintah Bangladesh. Namun, pemindahan ini hanya sementara sampai menunggu mereka bisa kembali ke Rakhine lagi. 





(FJR)