Saksi Ungkap Empat Tersangka Lain Pembunuh Kim Jong-nam

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 12 Oct 2017 13:56 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Saksi Ungkap Empat Tersangka Lain Pembunuh Kim Jong-nam
Siti Aisyah di persidangan. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Shah Alam: Seorang petugas polisi Malaysia memberi kesaksian dalam persidangan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, tersangka pembunuh Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.
 
 
Menurut perwira polisi tersebut, kedua wanita itu berdiri dengan dua pria yang diyakini menyediakan racun saraf VX, digunakan untuk membunuh Jong-nam.
 
Sementara itu, rekaman video dipresentasikan di pengadilan menunjukkan Doan yang asal Vietnam berjalan di bandara dengan seorang pria yang mengenakan topi baseball. Sedangkan Siti Aisyah asal Indonesia, terlihat bertemu pria lain di sebuah kafe bandara sesaat sebelum serangan dilakukan.
 
Sayangnya, wajah empat orang tersebut tidak bisa dilihat dengan jelas.
 
Dikutip dari Washington Post, Kamis 12 Oktober 2017, kepala petugas investigasi Wan Azirul Niz Che Wan Aziz mengidentifikasi orang-orang tersebut sebagai Mr. Y dan Mr. Chang. Dia meyakini kedua pria itu yang telah mengoleskan agen saraf VX ke Siti Aisyah dan Doan.
 
Sementara itu, dua pria lainnya yang merupakan dalang utama kasus ini diberi nama James dan Hanamori. James dicurigai sebagai perekrut Aisyah, sementara Hanamori yang dijuluki kakek ini dituding memberi arahan kepada Mr. Y.
 
Doan dan Siti Aisyah adalah dua tersangka pembunuh Kim Jong-nam yang ditahan usai membunuh kakak tiri Jong-un itu. Di awal persidangan, keduanya mengaku tidak bersalah.
 
Dalam pengakuan dua wanita itu, mereka direkrut untuk memainkan lelucon kepada orang tidak dikenal. Hal ini juga disampaikan para pengacara pembela mereka yang menyebut keduanya ditipu.
 
Meski demikian, jaksa menyebutkan kedua wanita itu tahu bahwa mereka memegang racun. Hal ini dikarenakan kesaksian Wan Azirul sebelumnya yang menyebutkan keduanya mengangkat tangan hati-hati untuk menghindari kontak dengan zat tersebut dan mencucinya usai menyerang Jong-nam.

 

 
(FJR)