Sidang Dugaan Pelecehan Seks Menkeu Vatikan Digelar Maret 2018

Arpan Rahman    •    Sabtu, 07 Oct 2017 10:49 WIB
vatikan
Sidang Dugaan Pelecehan Seks Menkeu Vatikan Digelar Maret 2018
Kardinal Pell yang merupakan penasihat Paus Fransiskus hadir di gedung pengadilan di Melbourne, 26 Juli 2017. (Foto: AFP/MAL FAIRCLOUGH)

Metrotvnews.com, Melbourne: Sekitar 50 saksi dapat dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan pelecehan seksual Menteri Keuangan Vatikan pada Maret mendatang. Keterangan puluhan saksi akan didengarkan untuk menentukan apakah ada cukup bukti untuk menjerat Kardinal George Pell.

Pria berusia 76 tahun asal Australia itu, yang merupakan penasihat utama Paus Fransiskus, dituduh melakukan beberapa pelanggaran seksual terkait kejadian yang diduga sudah terjadi sejak lama.

Dia adalah petinggi senior yang dituntut dengan tindak pidana terkait skandal pelecehan seksual di lingkungan vatikan.Rincian dari tuduhan terhadap Pell belum dipublikasikan.

Pell yang tampak lesu muncul ke Pengadilan Magistrat Melbourne, Jumat 6 Oktober 2017, untuk urusan administrasi. Awal sidang komisi akan digelar pada 5 Maret selama empat pekan untuk memutuskan apakah ada cukup bukti dari jaksa penuntut umum agar kasus Pell bisa dilanjutkan.

Banyak rincian tidak dapat dilaporkan karena alasan hukum. Tapi Hakim Belinda Wallington mengatakan bahwa semua saksi diperbolehkan datang, kecuali lima orang, yang menjadikan totalnya sekitar 50. 

"Sangat tepat untuk membiarkan ingatan saksi dieksplorasi lebih lanjut," katanya, seperti disitat AFP, Jumat 6 Oktober 2017.

Pembela Kardinal Pell, Robert Richter, menegaskan "tidak mungkin" beberapa insiden yang dituduhkan itu terjadi di sebuah katedral Melbourne.

"Kami mengusulkan untuk mendemonstrasikan bahwa apa yang dituduhkan itu tidak mungkin dilakukan," katanya kepada Wallington.

Sejauh ini Pell belum harus mengajukan nota pembelaan. Namun pada penampilan pertamanya di pengadilan yang sama pada Juli, dia menginstruksikan pengacaranya untuk menjelaskan bahwa dia berniat mengaku tidak bersalah.

Paus Fransiskus telah memberikan masa cuti kepada Pell untuk menjalani kasus ini. Paus Fransiskus menjelaskan kardinal tidak akan dipaksa mengundurkan diri jika terjerat kasus.

Tapi skandal Pell telah mengguncang Vatikan. Para pemimpin Katolik Australia sebelumnya telah mendukungnya, menyebut Pell sebagai pribadi "terhormat."


(WIL)