Bangkai Pesawat Amfibi Diangkat dari Sungai Sydney

Arpan Rahman    •    Kamis, 04 Jan 2018 12:43 WIB
kecelakaan pesawat
Bangkai Pesawat Amfibi Diangkat dari Sungai Sydney
Bangkai pesawat amfibi yang jatuh di sebuah sungai di Australia berhasil diangkat (Foto: AAP).

Sydney: Badan pesawat amfibi yang jatuh di sebuah sungai di sebelah utara Sydney pada Malam Tahun Baru, telah diangkat dari dasar sungai ke sebuah tongkang.
 
 
Menurut sejumlah laporan, ditemukan bahwa pesawat tersebut telah dirakit kembali sesudah mengalami kecelakaan fatal lainnya di tahun 1990an. Akibat kecelakaan ini, lima penumpang dan pilot tewas.
 
Kabin pesawat ditarik ke permukaan sekitar pukul 13.45 pada Kamis 4 Januari 2018. Hampir tiga jam setelah pelampung dan sayap yang rusak ditarik dari air ke Teluk Yerusalem di sungai Hawkesbury.
 
Operasi pengangkatan dimulai saat pagi hari dan dilakukan oleh polisi air. Operasi itu melibatkan penyelam spesialis yang memasang serpihan ke potongan pesawat sebelum ditarik ke tongkang menggunakan derek.
 
Bangkai pesawat jenis DHC-2 Beaver itu dijadwalkan dibawa oleh kapal tongkang ke Bayview. Di sana rongsokannya akan ditempatkan di sebuah truk dan dikirim ke fasilitas yang aman guna diperiksa oleh penyelidik Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB).
 
"Mereka akan menilai dengan seksama semua aspek yang terkait dengan kelaikan udara pesawat terbang tersebut," ujar juru bicara ATSB mengatakan dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan biro tersebut akan memeriksa secara rinci sejarah pesawat ini.
 
Pilot berpengalaman asal Kanada Gareth Morgan tewas bersama pengusaha Inggris Richard Cousins, kedua putranya yang dewasa Edward dan William, tunangannya Emma Bowden dan putrinya yang berusia 11 tahun Heather. Mereka celaka saat pesawat terjun ke Teluk Yerusalem pada 31 Desember.
 
Hal yang terungkap dalam laporan ATSB Kamis bahwa pesawat sebelumnya terlibat dalam kecelakaan fatal lainnya pada November 1996. Beaver DHC-2 digunakan sebagai penabur bibit tanaman di dekat Armidale ketika sayap kirinya menabrak landasan, menyebabkan pesawat menabrak gerobak beroda dan merenggut nyawa pilotnya.
 
Pesawat itu dibangun kembali dan sejak itu dimiliki oleh beberapa bisnis termasuk, yang terakhir, Sydney Seaplanes.
 
Juru bicara Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia (CASA) Peter Gibson mengatakan bahwa pesawat tersebut diperbaiki sesuai dengan spesifikasi pabrik dan diperiksa oleh teknisi ahli.
 
"Mereka menyerahkan dokumen dan didaftarkan kembali dan terbang lagi. Itu semua dilakukan seperti seharusnya dilakukan," kata Gibson, seperti dikutip Guardian, Kamis 4 Januari 2018. 
 
ATSB bekerja untuk memastikan mengapa pesawat amfibi tersebut jatuh pada malam Tahun Baru. Salah satu kemungkinan adalah pesawat macet.
 
CASA telah mengkonfirmasi sistem peringatan mogok tidak dipasang di Beaver, tapi tidak ada yang diperlukan.
 
"Kami tidak tahu apakah ini sebenarnya disebabkan oleh mogok aerodinamis atau tidak," tambah Gibson.
 
Sebuah laporan Kanada, yang diterbitkan pada September 2017 menyusul terjadinya kecelakaan fatal yang melibatkan Beaver DHC-2, merekomendasikan bahwa sistem peringatan wajib disediakan.
 
Namun insinyur perawatan pesawat terbang Michael Greenhill mengatakan pekan ini "bahkan jika si Berang-berang (yang jatuh di NSW) memiliki sistem yang terpasang, ada kemungkinan besar tidak akan cukup waktu untuk memperbaiki situasi karena dataran rendah dan medan yang makin mendekat".
 
Laporan awal ATSB diperkirakan akan selesai pada akhir Januari.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA