Ilmuwan Cilik Indonesia Harus Berkontribusi pada Perdamaian Dunia

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 13 Oct 2017 13:59 WIB
Ilmuwan Cilik Indonesia Harus Berkontribusi pada Perdamaian Dunia
Menlu Retno L.P Marsudi bersama anak-anak yang menjadi finalis Kalbe-Junior Scientist Award (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Manusia dianugerahi dengan akal pikiran yang bisa mengubah keadaan. Tentunya hal ini bisa dimanfaatkan untuk perdamaian dunia.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan anak-anak Indonesia tak boleh hanya pintar, tapi juga baik budinya. Kepintaran tersebut harus digunakan untuk berkontribusi pada perdamaian dunia.
 
Hal ini disampaikan Menlu Retno saat berjumpa dengan anak-anak tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang menjadi finalis Kalbe-Junior Scientist Award.
 
"Kepintaran tidak boleh merusak lingkungan, masyarakat dan negara. Kalau anak-anak sudah pintar, itu hebat. Namun, tinggal dipupuk dan jadilah anak Indonesia  yang berbudi baik dan menghormati perbedaan," ujar Retno, saat ditemui di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jumat 13 Oktober 2017.
 
"Karenanya, sebagai anak muda Indonesia, kalian semua harus bisa memberikan kontribusi kepada perdamaian dan kesejahteran dunia," imbuhnya.
 
Retno mengatakan sangat bangga pada karya anak-anak Indonesia, meskipun masih kecil, namun sudah bisa melakukan penemuan yang berguna bagi orang lain.
 
"Mereka ini anak-anak istimewa, berusaha menemukan sesuatu yang baru dan berguna bagi masyarakat sekitarnya. Spirit ini perlu dibangun supaya ke depannya anak-anak Indonesia banyak sekali kreatifitasnya," kata Retno.
 
Mantan Duta Besar RI di Belanda ini mengungkapkan sengaja meluangkan waktu untuk bertemu dengan para ilmuwan cilik tersebut. Dia ingin memberi semangat pada anak-anak tersebut.
 
"Saya sengaja luangkan waktu untuk bisa kasih semangat ke mereka akan nilai persatuan, hormati perbedaan, dan bangga menjadi Indonesia," tuturnya.
 
Anak-anak ini berasal dari 18 sekolah di seluruh Indonesia. Mereka membuat proposal penelitian dan mengirimkannya ke Kalbe sebagai juri utama acara tersebut. Pertemuan dengan Menlu Retno dimaksudkan agar anak-anak tersebut bisa melihat contoh nyata orang hebat di Indonesia.

(FJR)