PM Australia Minta RI Terus Mainkan Peran Penting dalam Krisis Rakhine

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 11 Nov 2017 16:58 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
PM Australia Minta RI Terus Mainkan Peran Penting dalam Krisis Rakhine
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull (Foto: Setkab)

Da Nang, Vietnam: Di sela-sela pertemuan KTT APEC, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull. Isu Rakhine dan Marawi dibahas dalam pertemuan itu.

Pertemuan pada Sabtu 11 November 2017 itu berlangsung di Furama Resort Da Nang. Pertemuan yang dihelat pada pukul 08.05 waktu setempat diawali dengan bincang santai keduanya di balkon tempat pertemuan tersebut. Setelah berbicara selama lima menit, keduanya memasuki ruang pertemuan.

Saat pertemuan bilateral, Presiden Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Lembong, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya dan Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Ibnu Hadi.

"PM Turnbull selalu ingin bertemu dengan Presiden Jokowi di dalam setiap pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dihadiri keduanya, baik KTT APEC maupun KTT G20," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dalam keterangan tertulis Biro Pers Istana, yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu 11 November 2017.

"Ini menunjukkan hubungan yang sangat erat dan bersahabat kedua negara," ucap Pramono.

Dalam pertemuan tersebut PM Turnbull sangat menghargai peran aktif Indonesia berperan dalam membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. 

"PM Turnbull meminta Indonesia untuk terus memainkan peran pentingnya karena memang seperti yang diketahui bersama, yang berkomunikasi secara langsung dengan Pemerintah Myanmar adalah Presiden sendiri maupun melalui Menlu," ujar Pramono.

Sementara itu, Presiden Jokowi meminta kepada PM Turnbull agar pemerintah Australia turut serta membantu pemulihan kota Marawi setelah dilanda krisis bersenjata. Saat ini kota Marawi telah kembali dikuasai pemerintah Filipina.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa Indonesia akan mengirimkan ulama-ulama guna menyebarkan Islam yang moderat  kepada penduduk muslim yang berada di Marawi. 

"Untuk memberikan edukasi kepada teman-teman di Marawi karena Indonesia dianggap sebagai big brother sehingga dengan demikian Indonesia bisa berperan serta dalam hal tersebut," tutur Presiden.

PM Turnbull juga mengundang Presiden Jokowi untuk menghadiri KTT ASEAN-Australia yang akan dilaksanakan pada Maret 2018. "PM Turnbull meminta secara khusus kepada Presiden Jokowi untuk berkenan bersedia memberikan pidato kepada para eksekutif di Australia," pungkas Pramono.

Setelah bertemu PM Turnbull, Presiden Jokowi langsung berangkat menuju Ha Noi Hall, untuk berpartisipasi dalam APEC Leaders’ Retreat.




(FJR)