Filipina Klaim Tewaskan Militan Malaysia di Marawi

Sonya Michaella    •    Selasa, 07 Nov 2017 11:28 WIB
isisterorisme di filipina
Filipina Klaim Tewaskan Militan Malaysia di Marawi
Situasi di Marawi, Filipina Selatan, dua bulan yang lalu. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Manila: Polisi Nasional Filipina (PNP) menyatakan bahwa militan asal Malaysia bernama Amin Baco yang kabarnya bertugas untuk mengoperasikan pesawat nirawak, telah tewas.

"Baco tidak hanya memimpin kelompok Maute yang tersisa di Marawi tetapi juga mengambil alih mengambil alih sebagai "emir" atau pemimpin ISIS di Asia Tenggara," kata Direktur Jenderal PNP Ronald Dela Rosa, dikutip dari Inquirer, Selasa 7 November 2017.

Sebelumnya, pasukan pemerintah Filipina mengklaim telah berhasil menewaskan dua pemimpin Maute yakni Isnilon Hapilon dan Omar Maute, bulan lalu. Wakil Hapilon yaitu Mahmud Ahmad asal Malaysia juga diyakini tewas.

Sejumlah sumber mengatakan, Baco dilatih di bawah militan Malaysia Zulkifli bin Hir alias Marwan yang terbunuh pada 2015 silam dalam sebuah bentrokan di Mamasapano, Provinsi Maguindanao, yang juga menewaskan 44 pasukan khusus PNP.

Kendati demikian, sumber intelijen Filipina meragukan bahwa Baco telah tewas. Pasalnya, sumber intelijen ini mengatakan bahwa Baco melarikan diri ke Pulau Jolo atau bahkan ke Maguindanao,

"Kemungkinan besar. Namun, belum bisa dikonfirmasi bahwa Baco berhasil kabur dari Marawi," tegas Dela Rosa.

Pernyataan Dela Rosa ini senada dengan pernyataan juru bicara AFP, Restituto Padilla yang mengatakan, Baco berada di antara teroris yang tewas di Marawi.

"Baco tetap menjadi subjek pencarian kami. AFP yakin kelompok Maute kini tanpa pemimpin dan tanpa arahan," ucap Padilla.

Pada Minggu 5 November kemarin, AFP telah menewaskan sembilan orang yang seluruhnya adalah teroris yang bercokol di Marawi, dan salah satunya diyakini adalah Baco.


(WIL)