Ribuan Warga Thailand Berbaris di Jalan Hormati Raja Bhumibol

Haufan Hasyim Salengke    •    Jumat, 14 Oct 2016 21:06 WIB
raja thailand
Ribuan Warga Thailand Berbaris di Jalan Hormati Raja Bhumibol
Warga Thailand berduka (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Thailand: Ribuan warga Thailand, dengan ekspresi terpukul dan sedih, berbaris di jalan-jalan Bangkok, berharap untuk melihat iring-ringan jenazah Raja Bhumibol Adulyadej saat dipindahkan dari Rumah Sakit Siriraj ke sebuah kuil di Grand Palace.

Kepergian Bhumibol di usia 88 tahun, Kamis (13/10), setelah bertahun-tahun sakit, meninggalkan Thailand dalam ketidakpastian. Sebagian besar rakyat ‘Negeri Gajah Putih’ menganggap raja yang memerintah sejak 1946 itu sebagai figur suci.

Raja yang paling lama memerintah di dunia itu dikenal dunia sebagai sosok pemersatu yang menstabilkan Thailand, negara dengan divisi politik yang mendalam. Kharisma itulah yang membuat rakyat negara itu menggantung potret besarnya di rumah-rumah mereka dan di jalan-jalan.

Pelayat pria dan perempuan yang berpakaian serba hitam berdiri berimpitan di sepanjang pinggir jalan yang menjadi rute iring-iringan jenazah sang raja. Beberapa orang jatuh pingsan, sementara yang lain berteriak "King of the people!” ketika konvoi melewati mereka.

"Kami tidak lagi memiliki sosoknya," ratap Phongsri Chompoonuch, 77, sembari memegang potret sang raja. "Saya tidak tahu apakah saya bisa menerima kenyataan ini. Saya takut, karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," ujarnya.

Seorang warga lain menyatakan, "Ini adalah kehilangan terburuk dalam hidup saya.” "Saya yakin apa yang dia (Raja Bhumibol) lakukan telah meningkatkan taraf kehidupan kami," kata yang lain.

Di istana, Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn memimpin prosesi pemandian jenazah raja dalam ritual pemakaman tradisional Buddha. Prosesi itu sekaligus menandai awal masa berkabung resmi.

Masa berkabung itu termasuk lantunan pujian selama 100 hari ke depan oleh para biksu dan beberapa bulan ritual istana.

Pada Kamis (13/10), Perdana Menteri (PM) Prayut Chan Ocha mengumumkan lewat pidato televisi bahwa masa berduka untuk mengenang Raja Bhumibol akan berlangsung selama satu tahun. Bendera setengah tiang akan dinaikkan di seluruh Thailand selama 30 hari penuh sejak 14 Oktober.

Terkait masa bergabung nasional pula pemerintah menetapkan Jumat sebagai hari libur pemerintah dan memerintahkan media -cetak, daring, televisi- menampilkan konten dalam nuansa hitam putih serta tidak menayangkan konten hiburan, tari-tarian, perayaan, dan kekerasan hingga Jumat berlalu.

"Program atau iklan tidak boleh ditayangkan untuk tujuan menghibur," kata sebuah pernyataan dari otoritas penyiaran.

Terkait suksesi kekuasaan, Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, 64, disebut-sebut sebagai pengganti Raja Bhumibol. Tetapi dia, seperti dikatakan PM Prayut, telah membuat kejutan karena memutuskan menunda pengumuman nama raja. Ia mengimbau warga untuk ‘tidak membuat kekacauan’.

Masalah muncul karena putra mahkota menghabiskan banyak waktunya di luar negeri sehingga ia tidak sepopuler ayahnya. Gaya hidupnya yang terkenal hedonis membuat Vajiralongkorn tidak dihormati di dalam negeri. (AFP/BBC/Hym)


(MEL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA