Demo Terkendali, Massa Pendukung Rohingya Bergerak ke Kantor PBB

Sonya Michaella    •    Jumat, 25 Nov 2016 16:42 WIB
konflik myanmar
Demo Terkendali, Massa Pendukung Rohingya Bergerak ke Kantor PBB
Demo massa pendukung Rohingya di PBB (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengunjuk rasa dari berbagai ormas Islam dan mahasiswa universitas kini bergerak ke depan kantor perwakilan PBB di kawasan Thamrin, Jakarta.
 
Dengan tuntutan yang masih sama, dari Kedubes Myanmar menuju kantor perwakilan PBB, mereka berorasi di sepanjang jalan dengan dikawal pihak kepolisian.
 
Pantauan Metrotvnews.com, Jumat 25 November sejauh ini kondisi cukup terkendali dan tak terjadi kericuhan, baik saat unjuk rasa di depan Kedubes Myanmar dan saat di depan kantor perwakilan PBB.
 
Pengunjuk rasa pun mulai berkurang. Pasalnya, massa dibagi dua antara berorasi di depan Kedubes Myanmar dan sebagian lagi di depan kantor perwakilan PBB.


Demo di perwakilan PBB di Jakarta (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).
 
 
Rencananya, unjuk rasa akan diakhiri dengan damai pada pukul 17.00. Dalam orasinya, mereka pun berjanji tidak akan membuat keributan di akhir unjuk rasa nanti.
 
Pembaca orasi pun terlihat sangat menggebu-gebu. Mereka menuntut agar PBB bergerak cepat dalam menangani permasalahan etnis Rohingya di Myanmar.
 
Para pengunjuk rasa memberi waktu hingga Senin mendatang, jika kekerasan dan pembantaian kaum Rohingya masih terjadi, mereka akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar lagi dari hari ini
 
Sebelumnya, tiga orang perwakilan dari ormas dan mahasiswa telah menemui duta besar Myanmar untuk Indonesia di Kedubes Myanmar.
 
Mereka menyampaikan aspirasinya terkait pengecaman terhadap kekerasan militer Myanmar kepada etnis Rohingya.
 
Pedemo mendesak pemerintah usir Dubes Myanmar untuk RI
 
Para pengunjuk rasa menuntut agar Myanmar dikeluarkan dari keanggotaan ASEAN. Mereka juga mendesak agar pemerintah usir Dubes Myanmar untuk Indonesia, jika kekerasan terhadap Rohingya masih terus terjadi. 
Selain itu pada pengunjuk rasa juga meminta ASEAN untuk tegas terhdap Myanmar. Keinginan mereka juga masih sama, yaitu mendesak Myanmar hentikan kekerasan dan pembantaian di Rohingya.
 
"Kami sudah surati PBB, sudah surati Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, tapi tak ada respon. Kami akan terus berdemo, bahkan yang lebih besar, jika kekerasan masih terjadi," tegas salah seorang pemimpin demo.
 
Mereka juga meminta Indonesia segera memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar secepatnya.
 
 
Indonesia Tak Perlu Campuri Dalam Negeri Myanmar
 
Peneliti Wahid Center Dewi Hermawati Resminingayu menilai Indonesia belum perlu menerapkan prinsip interferrence atau mencampuri apa yang tengah terjadi di Myanmar. 
 
 
Ini disebabnya ada aturan sebuah negara untuk mencampuri urusan negara lain. Jika pada saatnya Indonesia ikut campur urusan Myanmar, apa aksi riil yang akan diberikan Indonesia. Perlu dipikirkan kembali bagaimana bentuk intervensi, juga pada saatnya terjadi termasuk juga kesiapannya.
 
Ketika bermaksud untuk mencampuri apa yang terjadi di Myanmar, khususnya yang dialami oleh etnis Rohingya, menurut Dewi perlu juga mengambil sikap. Maunya indonesia ini melihat prinsip ikut campur ini dari segi apa? Apakah mau dilihat dari segi bahwa ini isu keagamaan atau isu keawarganegaraan atau isu yang lain?
 

 


(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA