Terkait Laut China Selatan, ASEAN Harus Buat Gebrakan

Sonya Michaella    •    Rabu, 07 Sep 2016 12:59 WIB
ktt aseanlaut china selatan
Terkait Laut China Selatan, ASEAN Harus Buat Gebrakan
Kepala negara ASEAN di Laos (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sengketa Laut China Selatan seakan tak kunjung mereda. Tiongkok adalah negara yang mengklaim besar-besaran perairan tersebut atas dasar nine dashed line atau sembilan garis putus.
 
Setelah Permanent Court of Arbitration (PCA) di Den Haag yang memutuskan bahwa Tiongkok tak berhak atas Laut China Selatan, Tiongkok dianggap terus meningkatkan ketegangan di perairan tersebut.


Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kedua dari kiri) di KTT ASEAN (Foto: AFP)
 
 
Filipina pertama kali melaporkan klaim besar-besaran Laut China Selatan ke PCA pada 2013. Sebagai 'rumah' dari Filipina, ASEAN diharapkan tegas dalam sengketa perairan strategis ini.
 
"Seharusnya, ASEAN membuat joint statement terkait putusan PCA ini di mana Tiongkok tak berhak atas Laut China Selatan," kata Julian Ku, seorang pakar hukum internasional dari Amerika Serikat, di Kedutaan Besar AS, Jakarta, Rabu (7/9/2016).
Selain itu, lanjutnya, ASEAN juga harus membuat joint statement terkait nine dashed line Tiongkok tersebut adalah ilegal. "Tetapi yang membuat sulit adalah tak semua anggota ASEAN terlibat dalam permasalahan sengketa ini," tuturnya kembali.
 
Menurut Ku, ASEAN harus membuat sebuah 'gebrakan' agar ASEAN seimbang dengan Tiongkok dan memperkuat kembali kekuatan putusan PCA tersebut.
 
Ia beranggapan bahwa beberapa negara di ASEAN tak peduli dengan sengketa Laut China Selatan. "Kenyataannya, apa yang terjadi di Laut China Selatan akan mempengaruhi ASEAN juga," pungkas Ku.



(FJR)