Thailand Pulangkan Aktivis Joshua Wong ke Hong Kong

Arpan Rahman    •    Rabu, 05 Oct 2016 17:43 WIB
hong kong
Thailand Pulangkan Aktivis Joshua Wong ke Hong Kong
Joshua Wong. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Metrotvnews.com, Bangkok: Thailand mencegat remaja aktivis pro-demokrasi Joshua Wong untuk memasuki negara itu dan mengirimnya kembali ke Hong Kong. Langkah itu diduga karena tekanan dari Tiongkok. 

Seperti dilansir Fox News, Rabu (5/10/2016), otoritas Thailand mengatakan, Wong didudukkan dalam penerbangan Hong Kong Airlines kembali ke wilayah Tiongkok, sekitar 12 jam setelah tiba di Bandara Suvarnabhumi Bangkok. Partai politik Demosist? di mana Wong aktif sebagai sekretaris jenderal juga mengonfirmasi hal itu.

Aktivis 19 tahun tersebut mulai terkenal secara global ketika menjadi ujung tombak protes jalanan 2014 menentang rencana Beijing untuk membatasi pemilu di Hong Kong.

Wong, yang tiba Selasa 4 Oktober malam, memenuhi undangan ceramah di Universitas Chulalongkorn. Ia akan memaparkan tentang protes "Gerakan Payung" ("Umbrella Movement") di Hong Kong sebagai bagian dari perayaan 6 Oktober memperingati tindakan keras pemerintah Thailand pada demonstran mahasiswa, 40 tahun silam.

Netiwit Chotipatpaisal, aktivis Thailand, telah berencana menjemputnya. Tapi, katanya, polisi memberitahu bahwa pihak berwenang menahan Wong setelah menerima pemberitahuan dari pemerintah Tiongkok.

Wong, akan berusia 20 tahun pekan depan, merupakan salah seorang pemimpin mahasiswa terkemuka di belakang protes pro demokrasi dua tahun lalu. Protes itu menandai periode paling bergejolak di bekas koloni Inggris sejak Tiongkok mengambil alih wilayah tersebut pada 1997. 



Pada Agustus, pengadilan Hong Kong memvonisnya dengan sanksi pelayanan masyarakat karena perannya dalam protes, yang mengakibatkan beberapa bagian dari kota itu lumpuh selama berbulan-bulan.

Menanggapi pertanyaan tentang Wong, juru bicara Departemen Luar Negeri Thailand Sek Wannamethee mengatakan, izin bagi orang asing untuk memasuki Thailand "melibatkan berbagai faktor dan harus sejalan dengan hukum imigrasi dan peraturan yang relevan."

Jika benar Beijing menekan Thailand, maka "itu hal serius yang akan merusak reputasi pemerintah Tiongkok dan akan menampilkan contoh yang sangat buruk tentang bagaimana perlakuan pemerintah Cina terhadap para pembela hak asasi manusia di Hong Kong," kata Nathan Law, yang ikut mendirikan parpol Demosisto bersama Wong, awal tahun ini. Law, 23, terpilih sebagai legislator termuda Hong Kong, bulan lalu.

Dia mendesak Menteri Kehakiman Hong Kong Rimsky Yuen, untuk membahas masalah ini dengan para pejabat Thailand.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA