Hari Penyatuan, Jerman Optimistis Hadapi Tantangan Baru

Sonya Michaella    •    Selasa, 04 Oct 2016 08:18 WIB
indonesia-jerman
Hari Penyatuan, Jerman Optimistis Hadapi Tantangan Baru
Dubes Jerman untuk Indonesia, Michael Freiherr von Ungern-Sternberg (kanan) ketika menyambut tamu datang (Foto: Sonya.M/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jerman dan Indonesia diharapkan semakin mempererat hubungannya dan juga meningkatkan kerja sama di berbagai bidang yang menguntungkan dua belah pihak.

Hal ini diungkapkan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Michael Freiherr von Ungern-Sternberg pada pidatonya di Hari Penyatuan Jerman, kemarin.

"Di Hari Penyatuan ini, kami menghadapi tantangan baru. Jerman memang sudah sukses, namun masih banyak tantangan yang dihadapi," ujar Dubes Sternberg, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (3/10/2016) malam.

"Krisis imigran yang menjadi tantangan kami. Di samping itu, kami juga mempunyai hubungan kuat dengan Uni Eropa dan semakin bekerja sama dengan blok tersebut," lanjutnya lagi.


Presiden RI ke-3, BJ Habibie hadir dalam acara Hari Penyatuan/MTVN

Pada Hari Penyatuan Jerman ini, para warga Jerman di seluruh dunia pun mendapat pesan khusus dari Presiden Joachim Gauck dan Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier.

"Permulaan baru ini dicirikan oleh harapan dan ekspektasi, bahwa segalanya berangsur membaik sekarang. Tatanan baru akan tercipta, perdamaian dan kestabilan," ungkap Menlu Steinmeier, seperti dikutip dari keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Jerman di Indonesia.


Dubes Jerman untuk Indonesia,  Michael Freiherr von Ungern-Sternberg

Presiden Gauck pun mengatakan dalam kutipannya bahwa Hari Penyatuan Jerman patut dirayakan oleh seluruh warga Jerman di seluruh dunia.

"Kita merayakan keinginan akan kebebasan yang disuarakan masyarakat di Leipzig, Plauen, Berlin dan banyak kota-kota lain di Jerman. Revolusi Damai merekalah yang membuat penyatuan dua negara bagian Jerman terwujud," tuturnya.

Dalam acara ini, hadir Presiden RI ke-3, BJ Habibie, yang dulu pernah menuntut ilmu dan tinggal di Jerman. Selain itu, hadir pula Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir.



(AHL)